Kapolrestabes : Alhamdulillah PCC Tidak Ditemukan di Semarang

SEMARANG (asatu.id) – Beredarnya obat PCC (Paracetamol, Cafein, Carisoprodol) di kawasan Kendari Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, membuat Polrestabes Kota Semarang bersama Dinas Kesehatan, Balai Besar POM Semarang dan Ikatan Apoteker Indonesi (IAI) merasa gusar dan merasa perlu untuk melakukan tindakan.

Oleh karena itu, beberapa instansi bersangkutan tersebut melakukan giat operasi gabungan dengan menyasar ke beberapa apotek, klinik kesehatan serta toko obat yang berada di seluruh wilayah Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji , mengungkapkan dari operasi yang baru pertama kali digelar tersebut tidak ditemukan adanya obat yang masuk kedalam golongan obat keras tersebut.

“Operasi gabungan ini untuk pertama kalinya dilakukan dengan instansi terkait.  Dilatar belakangi adanya peredaran PCC di wilayah Kendari, tapi Alhamdulillah obat tersebut tidak temukan di wilayah Kota Besar Semarang,” ujarnya saat menyampaikan keterangan pers di Mapolrestabes Semarang, Kamis (5/10).

Abi menerangkan, PCC merupakan obat berupa tablet dengan fungsi sebagai obat penenang. Namun, apabila digunakan dengan jumlah yang banyak dapat menimbulkan efek halusinasi dan menimbulkan korban jiwa.

Dari informasi yang beredar, akibat mengkonsumsi PCC di puluhan orang Kendari Sulawesi Tenggara menjadi korban obat terlarang tersebut dan beberapa diantaranya meninggal dunia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *