Ita Yakin Kampung Batik Bakal Kebanjiran Wisatawan

SEMARANG (asatu.id) – Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur terus berbenah dan mempercantik diri melalui Program CSR Bina Lingkungan PLN. Hal tersebut dilakukan Pemerintah Kota Semarang guna mempromosikan Kampung Batik kepada wisatawan lokal maupun mancaneraga.

Peresmian program CSR Bina Lingkungan PLN di Kampung Batik dilakukan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin (2/9). Ita – panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu  – optimis Kampung Batik akan menjadi kebangkitan kembali batik Semarangan yang mulai terkikis zaman.

“Kampung Batik ini kan awal berdirinya industri batik Semarangan,” ujarnya

Wawali mengakui kampung batik sudah bagus. Meskipun begitu, dia ingin kampung batik lebih dipercantik dengan street furniture dan berbagai pertunjukan kesenian.

“Saya melihat masih perlu ada penambah lagi, yakni dilengkapi street furniture. Kemudian ditambahi pertunjukan kesenian contohnya pagelaran musik. Saya berharap nantinya wisatawan tidak hanya datang membeli batik, tetapi menikmati suasananya,” katanya.

Kampung Batik Semarang juga akan menjadi salah satu destinasi wisata jujukan bus tingkat pariwisata,  sehingga makin banyak para wisatawan yang akan datang ke pusat industri batik Semarangan tersebut.

Di sisi lain, Ita menjelaskan persoalan limbah batik yang menjadi keluhan warga di kampung tersebut, kini telah terselesaikan. Untuk menetralkan limbah industri ini, para perajin menggandeng Politeknik Negeri Semarang (Polines.)

“Kemarin yang bikin Kampung Batik tidak berkembang kan persoalan limbah. Sekarang sudah terselesaikan dengan bantuan Polines. Limbah batik diolah jadi air bersih lagi. Kami sangat berterima kasih,” tambah Ita. (Dhino)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *