Baznas Jateng Fokus Entaskan Kemiskinan

SEMARANG  (asatu.id) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng fokus mengentaskan kemiskinan di wilayah kerjanya. Sebanyak  60 persen  dana yang berhasil dikumpulkan dari aparatur sipil negara dan orang yang mampu akan dimanfaatkan untuk mengurangi jumlah warga miskin.

Komitmen yang memberantas angka kemiskinan ini diputuskan dalam rapat kerja pimpinan Baznas Provinsi Jateng  bersama Baznas kabupaten/kota se-Jateng dengan pemerintah daerah,  2-3 Oktober lalu.

“Kami ingin ikut mengentaskan kemiskinan, orang sakit, siswa miskin, sehingga semua dana zakat yang masuk itu 60 persen akan digunakan untuk membantu fakir miskin,” ujar Ketua Baznas Provinsi Jateng KH Ahmad Darodji di Semarang, Selasa (3/9).

Dia merinci fakir miskin yang menjadi sasaran Bazna terbagi menjadi dua, yaitu warga miskin yang sudah tidak produktif atau sudah tidak mungkin bekerja , serta warga miskin yang masih bisa produktif.

Menurut dia, bagi fakir miskin yang sudah tidak produktif, Baznas akan dialokasikan 20 persen dari 60 persen tersebut. Bantuan itu dapat santunan, jaminan kesehatan, dan beasiswa. Sedangkan yang masih produktif, dialokasikan 40 persen dari 60 persen tersebut,” katanya.

Sementara bagi fakir miskin yang masih produktif, lanjut dia, dana sebanyak 40 persen dipergunakan untuk menggelar pelatihan-pelatihan keterampilan, pemberian peralatan kerja, tambahan suntikan modal, serta pendamping yang memonitor dan mengevaluasi hasil kinerja warga binaanya.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *