Srikandi Jateng Unjuk Prestasi, Giliran Sudarli Raih Penghargaan Adhi Bhakti Utama

SEMARANG (asatu.id) – Srikandi-srikandi asal Jawa Tengah kembali unjuk prestasi. Setelah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Hj Atikoh Ganjar Pranowo dinobatkan sebagai Pembina Teladan pada Dekranas Award 2017, kini giliran Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Jateng Hj Sudarli Heru Sudjatmoko meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama.

Penghargaan diserahkan Ibu Negara Iriana Hj Joko Widodo pada Pembukaan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-45 dan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2017, di Hotel Mercure Jakarta, Senin (2/10).

Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan kepada Sudarli yang telah mengabdi selama 35 tahun di PKK. Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah H Heru Sudjatmoko MSi itu mengawali pengabdiannya pada 1982 sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bobotsari. Pada 1987-1988, menjabat sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Purbalingga.

Sebelumnya, pada 1988-1991 tercatat sebagai anggota Pokja IV TP PKK Kabupaten Purbalingga, 1991-1998 Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Purbalingga, 1998-2005 Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, 2005-2010 Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, 2010-2012 Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga. Pada 2013 sampai sekarang, Sudarli aktif sebagai Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah.

Berbicara soal kehidupan bermasyarakat, terutama kaum ibu-ibu, Sudarli mengaku senang, bangga dan bahagia. Dengan10 Program Pokok PKK, para ibu bisa menyiapkan generasi hebat dan berkualitas untuk masa depan bangsa dan negara, di tengah keluarga yang berketahanan.

Menurut dia, 10 program PKK masih relevan diterapkan dalam kehidupan sekarang. Sepuluh Program Pokok PKK yakni,  penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, mengembangkan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

“Jika 10 program PKK dilaksanakan, keluarga akan memiliki ketahanan yang kuat, dan bisa membentengi dari pengaruh negatif,”  kata Sudarli, di Semarang, Selasa (3/9).

Melihat pentingnya progam tersebut,  Sudarli mengajak para ibu dan keluarga untuk terus melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia tak menampik pengurus PKK masih kesulitan untuk melakukan kaderisasi. Masalahnya, belum banyak generasi muda yang mau aktif  berkiprah di PKK. “Kalau kaderisasi tidak terus digalakkan, saya khawatir pelaksanaan program, pengurus PKK akan kehabisan kader,” paparnya.

Untuk menarik minat kader-kader muda, Sudarli meminta PKK di tingkat kabupaten/ kota agar aktif menyelenggarakan pelatihan kader.  Hanya saja, materi yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi kekinian, tanpa meninggalkan materi wajib PKK.

“Materi kegiatan bisa diawali kursus rias pengantin gratis. Peserta diberi pelatihan hingga benar-benar jadi. Jika memungkinkan semua kegiatan dibiayai PKK. Kalau peserta mulai tertarik dan masuk, kita tambahkan materi-materi yang kaitannya dengan 10 Program Pokok PKK,” ujarnya.

 

15

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan