Ganjar : Evaluasi Dana Desa Sudah Bagus, Tapi …

SEMARANG (asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa secara umum penggunaan dana desa di daerah yang ia pimpin saat ini sudah berjalan dengan baik. Selama ini dana desa di Jateng mayoritas difungsikan untuk melakukan pembangunan diwilayahnya masing-masing.

“Kalau evaluasi penggunaan dana desa secara umum sudah bagus, untuk porsi penggunaanya (dana desa) lebih banyak ke pembangunan,” ungkapnya dalam acara seminar Dinamika dan Tata Kelola Keuangan Desa di Gedung Gradika Komplek Kantor Gubernur Jateng, Selasa (3/10).

Kendati secara umum evaluasi penggunaan dana desa sudah berjalan baik, Ganjar membeberkan juga muncul pelanggaran hukum seperti penyimpangan dan tidak tersapat laporan secara jelas.

Ganjar pun mengungkapkan, dari desa-desa di Jateng terdapat 11 kasus yang saat ini sedang di proses secara hukum akibat adanya peyalah gunaan dana desa tersebut.

Ganjar meneruskan, pelanggaran yang terjadi umumnya meliputi kegiatan fiktif, laporan keuangan yang tidak beres, serta mark up anggaran.

Lebih lanjut, terus Politisi asal PDI Perjuangan itu, bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah melakukan audit di 102 desa yang ada emat kabupaten di Brebes, Grobogan, Jepara, dan Temanggung. Hasilnya, masih ditemukan pelanggaran berupa bukti-bukti penggunaan dana desa tidak dilaporkan.

“Sebetulnya ini berkaitan dengan mental juga. Sebelumnya tidak ada dana, kemudian mendapat uang besar yang harus dikelola. Makanya kita terus melakukan pendampingan agar tidak ada masalah serta dana yang diterima semakin bermanfaat,” tandas Ganjar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *