IAI Jateng Kampanyaken Bahaya Obat Ilegal

SEMARANG (asatu.id) – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah turun kejalan kampanyekan bahaya obat ilegal terhadap kesahatan.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah, Jamaludin Al J Efendi mengatakan  hal tersebut dilakukan lantaran menjamurnya peredaran obat terlarang seperti Pil Paracetamol Caffeine Carispodol (PCC), Trihex, dan dextro di ligkungan masyarakat yang sempat center tendengar beberapa waktu lalu.

“Banyaknya peredaran PCC dan lain-lain membuat kami miris, maka itu kami memberikan dukungan dengan melalkukan kerjasama berasam Balai Pengawas Obat dan Makanan (B POM) dan Kepolisian untuk segera bergerak melakukan pemberantasan dan pengawasan peredaran obat-obat terlarang,” ujarnya kepada para pewarta , Sabtu (30/9).

Selain kerjasama, lanjut dia, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat dengan melakukan longmarch dibeberapa ruas jalan yang ada di Semarang, seperti Jalan Piere Tendean, Pemuda, Imam Bonjol, dan Tugu Muda.

Jamaludin menuturkan, menurut undang-undang, apoteker yang notabene berhubungan dengan obat dan kefarmasian mejadi garda terdepan serta memiliki tanggungjawab mendiatribusikan obat – obatan agar sampai ke masyarakat tentunya dengan kwalitas serta mutu yang baik.

“Jadi kami punya tanggungjawab untuk memperangi beredarnya obat ilegal. Obat ilegal harus diperangi oleh semua stakeholder dan masyarakat karena pemberantasan tidak bisa dilakukan satu sektor saja,” tandasnya.

Sementara itu, Nur Aisyah dari IAI Pengurus Cabang Kabupaten Semarang berpendapat, obat ilegal sangatlah berbahaya bagi kesehatan karena obat ilegal dilakukan oleh oknum yang tidak jelas dan pendistribusiannya pun tidak memiliki izin.

“Yang produksi pun industri ilegal. Maka itu kami memberi himbauan kepada masyarakat agar selektif memilih obat. Dapatkan obat di instansi yang legal seperti contoh apotik, klinik, serta Rumah Sakit dan gunakan obat sesuai dengan petunjuk penggunaan obat,” terangya.

Ia pun berpesan, untuk menyimpan obat pada suhu yang di tentukan dan membuang obat jika sudah expired atau melewati batas waktu pemakaian.

“Jangan ragu untuk bertanya tentang obat kepada apoteker. Karena masyarakat pada dasarkan kurang kenal dengan keberadaan apoteker. Maka dengan adanya aksi damai apoteker maka masyarakat bisa lebih mengenal apoteker,” pungkas Bendahara IAI PC Kabupaten Semarang itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *