Dukun Kamera “Djoni Santoso” Menghembuskan Nafas Terakhir

SEMARANG (asatu.id) – Djoni Santoso atau akrab disebut sebagai Dukun Kamera, menghembuskan nafas terakhir dirumahnya Karangwulan Sari II/18, Semarang. Diusianya yang ke 61tahun. Pada Rabu subuh (13/9).

Suprapti, selaku adik ipar Djoni menceritakan bahwa, Djoni sudah sering keluar masuk rumah sakit. Dirinya juga menambah, sebelum meninggal Djoni masih terlihat membaik, namun tiba-tiba pada pukul tiga dini hari kesehatannya kembali menurun. Hingga pada akhirnya pukul empat di menghembuskan nafas terakhirnya.

Djoni menyampaikan pesan terakhir kepada anak perempuannya. “Papah itu punya uang yang gambarnya Kethek (Monyet) yang limaratus untuk dijual, karena kan sekarang dicari orang banyak”ujar Supriati adik ipar dari Djoni Santoso.

Kamera mendorongnya tak henti untuk berkreasi. Di rumahnya yang juga sebagai studio tempatnya berkarya, dipajang rak lemari berisi ratusan kamera bekas dari berbagai merek dan tahun.

Asatu.id pernah berkunjung dikediamannya, Kamis (23/2), pria kelahiran Pekalongan, 13 Juli 1956 ini menyambut dengan ramah serta tak sungkan menuturkan kisah perjalanan karirnya sebagai seorang fotografer.

“Saya pindah ke Semarang itu kira-kita tahun 1970. Kemudian beruntunglah saya bertemu dengan Koo Lian Bie, ahli reparasi kamera yang terkemuka saat itu, dan beliau mau mengajari saya tentang dunia fotografi,” ringkas cerita kala itu saat berbincang-bincang dengan asatu.id di studionya.

Pria berperawakan besar, dengan rambut gondrong dan berewok panjang ini menambahkan, awal mula dirinya memulai dunia profesional fotografi dimulai tahun 1976, walaupun pada saat itu dirinya sudah memegang kamera sejak umur 11 tahun.

Djoni Santoso yang lebih dikenal dengan sebutan Dukun Kamera tersebut pernah mengungkapkan, kamera paling tua yang dimilikinya adalah kamera berbahan kayu buatan Inggris sekitar tahun 1900. Kamera tersebut masih menggunakan film ukuran 18 x 24 milimeter dan hingga kini masih dapat difungsikan.

Sewaktu masih hidup, Djoni menjadi teman favorit fotografer di Semarang dan kota- kota lain untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Bahkan hingga akhir hidupnya, ia masih gemar mengumpulkan berbagai macam Kamera. “Sampai sekarang saya masih gemar mengumpulkan kamera selain sebagai profesi juga sebagai investasi saya,” pungkasnya waktu itu.

Pemakaman Djoni Santoso rencananya akan dilakukan pada hari Minggu pagi (17/9), di Ungaran. Saat ini jenazah masih berada dirumah duka yang berlokasi bersebelahan dengan STIKES Telogorejo. (Dhino)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *