Medsos Bisa Membranding Baznas Lebih Kekinian

SEMARANG (asatu.id) – Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang diharapkan memiliki cara pengumpulan dana zakat dan infak dengan menggunakan media sosial (medsos) yang saat ini kekinian.

Motivator Benk Mintosih mengatakan, bahwa dengan menggunakan medsos dapat merebranding agar Baznas tidak terkesan formal. Selain itu, media sosial bisa digunakan pula menarik minat para calon donatur dengan memanfaatkan gadget.

“Sekarang kan eranya media sosial baik instagram maupun twitter dan lain-lain. Bisa dimanfaatkan untuk melakukan re-branding agar Baznas,” ujarnya di sela pelatihan sukarelawan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) di Gedung PKK Jalan dr Sutomo, Rabu (13/9).

Benk menambahkan, melakukan rekrutmen terhadap mahasiswa bisa menjadi pilihan tepat mengingat, mahasiswa memiliki keunggulan sudah akrab dengan teknologi media.

“Apalagi sampai saat ini belum ada lembaga pengumpul zakat yang melakukannya. Seiring dengan pergantian pengurusan Baznas yang lebih ‘ngenomi’, cara-cara kekinian dapat ditempuh selama tidak melenceng dari aturan agama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengakui jika pihaknya merekrut sekurangnya 80 relawan muda. Para relawan ini adalah mahasiswa PTN/PTS yang selama ini mendapatkan beasiswa dari pihaknya.

“Nantinya akan bekerja sukarela mempromosikan keberadaan Baznas kepada warga agar dapat melakukan zakat, infak dan sodakohnya melalui organisasi pengumpul zakat ini.

“Jadi selama ini sekitar 70 persen donasi berasal dari PNS karena Ketua Baznas sebelumnya adalah Walikota Semarang. Kini di bawah kendali saya, akan merubah mindset ke arah pengumpulan zakat dengan sasaran lebih ke anak muda dan swasta,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *