Satpol PP Sapu Puluhan Hunian Liar

SEMARANG (Asatu.id) – Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar sejumlah bangunan semi permanen, maupun rumah kayu papan yang dijadikan hunian liar di sepanjang Jalan Petudungan RT 2 RW 8 Kelurahan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (11/9).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono mengatakan, bahwa rumah liar yang dibongkar itu dihuni sejumlah gelandangan dan pemulung yang merupakan warga pendatang dari berbagai daerah, seperti Demak dan Purwodadi.

Saat pembongkaran dilakukan, penghuni bangunan liar juga sempat melakukan penolakan, namun mereka tidak bisa berbuat banyak terkait pengrobohan bangunan.

“Mereka (gelandangan dan pemulung) dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang, karena mereka mendirikan bangunan di wilayah terlarang yakni bantaran sungai,” ujarnya (11/9).

Endro melanjutkan, pendataan dilakukan kepada gelandangan dan pemulung tersebut. Kemudian, akan kirim ke Resos Among Jiwo Ngaliyan. Tetapi bila mereka memilih pulang ke kampung halaman maka dipersilahkan.

Pihaknya meminta peran serta aktif dari masyarakat dan perangkat wilayah setempat untuk mencegah munculnya hunian maupun PKL liar. “Jangan sampai hunian ataupun PKL liar dibiarkan seperti ini. Karena kalau dibiarkan akan tumbuh pesat dan berat untuk dilakukan penertiban,” imbuhnya.

Sementara itu, pemulung HR, 45, mengaku datang di Kota Semarang bermaksud mengadu nasib mencari rejeki yang halal. “Saya hidup dari ambil sampah, menjual bekas sampah. Yang penting tidak mencuri,” tukasnya.

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan