Puluhan Mobil Dinas Dewan Semarang Ditarik, Ada Apa?

SEMARANG (asatu.id) – Seiring adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD yang mengatur tentang tunjangan DPRD.

Rencananya, puluhan mobil dinas yang selama ini digunakan untuk operasional anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang akan ditarik.

Sekretaris DPRD Kota Semarang Eko Cahyono mengatakan, bahwa saat ini sudah mensosialisasikan perihal tersebut dengan mengirimkan surat pemberitahuan mengenai rencana penarikan mobil dinas yang dipinjam kepada jajaran anggota DPRD Kota Semarang sebagai persiapan.

Terkait jumlah anggota yang melakukan pinjaman, Ia enggan menyebutkan secara rinci jumlah anggota DPRD Kota Semarang yang selama ini meminjam mobil dinas untuk operasional. Namun, pihaknya hanya menyebutkan bahwa lebih dari separuh anggota DPRD setempat melakukan pinjaman.

Pihaknya menambahkan, bahwa yang diberikan fasilitasi kendaraan dinas hanya unsur pimpinan DPRD.

“Akan tetapi banyak juga anggota yang mengajukan peminjaman. Bahkan, menurut infomasi, ada beberapa anggota DPRD Kota Semarang yang meminjam lebih dari satu unit mobil,” tambahnya.

Ditanya besaran tunjangan transportasi yang akan diterima jajaran DPRD Kota Semarang, Eko mengaku belum mengetahui besarannya karena masih dikaji berdasarkan indikator-indikator kebutuhan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku siap mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD yang mengatur tentang tunjangan DPRD tersebut.

“Kalau sudah diatur dalam peraturan yang lebih tinggi, tentunya kami siap. Secara anggaran juga mampu dan ada PP-nya sehingga kami siap mengimplementasikan di Kota Semarang,” imbuhnya.

 

1.620

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan