BPBD Tegaskan Siap Bantu Suplai Air Bersih

SEMARANG (asatu.id) – Beberapa kelurahan menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang di musim kemarau tahun ini.

Mengingat, belum terjangkau pipa PDAM ke daerah tersebut, ditambah sejumlah sumur artetis airnya mulai menyusut debit airnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto menyatakan masalah kekeringan di Kota Semarang memang menjadi perhatian saat ini ditengah musim kemarau.

Namun pihaknya menerangkan bahwa kondisinya belum terlalu serius.

”Cakupannya hanya RW, jadi tidak terlalu luas, dan masih bisa kita atasi dengan koordinasi bersama PDAM,” ujarnya, Minggu (10/9).

Agus menyebutkan, Tiga kelurahan yang perlu mendapat perhatian khusus yakni di Deliksari, Rowosari, dan Kemijen.

Agus menambahkan, bantuan air bersih telah diberikan di tiga wilayah tersebut.

Pihaknya mengaku siap mensuplay bantuan air bersih kebutuhan hidup sesuai permintaan bantuan yang ada.

”Tapi kemarin ada yang meminta bantuan untuk mengairi sawah, ya kami tidak bisa,”tambahnya.

Sementara itu, Humas PDAM Tirta Moedal, Joko Purwanto mengatakan, coverage area atau cakupan pelayanan PDAM saat ini masih mencapai 62%.

Pihaknya menerangkan, Untuk wilayah yang belum terlayani jaringan PDAM yakni, sebagan besar wilayah Gunungpati, Mijen, Tugu, dan Tembalang.

“Deliksari, Rowosari dan Kemijen sudah kami drop air. Untuk bantuan hari Jumat (9/8) ini sudah ada empat tangki dengan kapasitas per tangki 5.000 liter,” ucapnya.

Musim kemarau PDAM menggunakan tiga sumber air untuk diolah yakni, air permukaan, sumber mata air dan sumur dalam.

15

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan