Setelah Digeledah KPK, Kepala KSOP 1 Tanjung Emas Akan Lakukan Hal Ini

Caption : Kepala KSOP 1 Tanjung Emas Gajah Rooseno

SEMARANG (Asatu.id) – Pasca penggeledahan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Tanjung Emas, Kepala KSOP yang berada di Jalan Yos Sudarso No 30 Semarang, Gajah Rooseno mengaku siap dipanggil KPK.

Sebagai warga yang taat hukum dirinya dengan suka rela akan memberikan keterangan yang dibutuhkan KPK jika hal itu dibutuhkan.

“Oh ya pasti dong, kita kan pegawai yang baik warga negara yang baik, harus siap untuk dipanggil, siap dimintai keterangan untuk memperlancar jalanya proses kasus OTT kemarin,” ungkapnya kepada para pewarta, Rabu (6/9) dikantornya.

Dikatakan Gajah, dirinya sejauh ini belum pernah dipanggil oleh lembaga antirasuah itu. Ia menambahkan, bahwa KPK baru pertama kali menggeledah kantornya tersebut.

“Belum pernah di panggil, baru pertama kali KPK ke kantor untuk konfirmasi bagaimana ceritanya apakah sesuai dengan yang dituduhkan di Jakarta. Semarang ini kasihan kita disebut-sebut, kita harus menjawab jangan sampai orang bertanya tetang benar atau tidak. Harus ada klarifikasi,” pungkasnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut, sebanyak 5 petugas KSOP Kelas 1 Tanjung Emas yang bertugas sebagai ULP (Unit Layanan Pengadaan), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dimintai keterangan sebagai saksi terkait OTT yang dilakukan Kepada Hubla Kemenhub, Antonius Tonny Budiono pada tanggal 23 Agustus 2017 silam.

Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 6 jam terhitung dari pukul 10.00 WIB hingga 15.44 WIB, terlihat para petugas KPK degan penjagaan ketat oleh anggota Brimob bersenjata lengkap lantas membawa empat koper dan dua kardus berisi tumpukan dokumen terkait pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *