Mengenang Romantisme Masa Lalu di HOC

SEMARANG (asatu.id) – Matahari di langit kota Semarang sedang terik-teriknya saat saya tiba di pelataran Hayamwuruk Old Cafe (HOC). Dari luar, kafe yang berlokasi di Jalan Hayamwuruk No.44 Semarang ini terlihat sangat menarik.

Pintu masuk bergaya kolonial menggiring saya menaiki anak tangga menuju beranda. Imajinasi saya mengembara ke masa lalu. Ruangan-ruangan dengan penataan interior bergaya tempo dulu menyambut saya.

Kursi berbingkai besi lengkung, meja kayu dengan sapuan cat shabby chic, dan lukisan dinding yang beraroma vintage, membuat suasana makan menjadi lebih klasik dan menyenangkan.

Tak heran, di antara denting sendok garpu yang beradu dengan piring keramik, terdengar pula suara shutter kamera milik smartphone pengunjung yang sedang menikmati hidangan di dalam ruangan maupun balkon kafe. Tak jarang, para pramusaji kafe meletakan nampan dan piring-piring sajian untuk membantu pengunjung mengambil foto dengan latar belakang suasana kafe.

Ardana Pratama, pemilik HOC, adalah yang merindukan masa-masa kecilnya di balik hingar bingar kota Semarang masa kini. Ia kemudian mendesain HOC sesuai ingatan masa lalunya, dibuat semirip mungkin, dan diisi dengan lagu-lagu lawas yang mampu mengembalikan masa-masa yang sudah lampau. “Saya desain HOC sesuai romantisme masa lalu. Di mana saya dulu mengalami masa kecil di tempat yang sejuk dengan mebel-mebel yang berdesain unik.” paparnya.

Perkembangan Kota Semarang dari masa ke masa dipengaruhi oleh empat kebudayaan besar yaitu Jawa, Arab, Belanda, dan juga Cina. Karena hal inilah, di dalam buku menunya ia juga menempatkan sajian-sajian akulturasi dari keempat kebudayaan ersebut. “jadi ada menu Nusantara, western juga menu-menu Asia.”

Untuk asian food, kita bisa menemukan capcay seafood, sapi lada hitam, beef teriyaki, atau nasi goreng Pattaya. Untuk menu western, kita bisa megenyangkan perut dengan carbonara pasta, cheese sandwich, chicken schnitzel, bratwurst sausage, atau salad. Untuk menu Nusantara, ada ayam geprek, mie goreng dan mie rebus, atau nasi goreng teri sambal hijau.

Di dalam sepiring nasi goreng HOC, kita akan menemukan nasi goreng bercampur daging ayam dan kismis yang dibalut dengan kantung dari telur dadar. Asin gurih nasi, berpadu dengan lembaran telur dadar serta manis kismis yang membuat keseluruhan citarasa menjadi istimewa. Nasi goreng yang dijajakan dalam harga Rp.27.000 ini menjadi salah satu menu favorit yang banyak diminta para tamu.

Untuk cemilan minum kopi, kita bisa memilih chicken wings, kentang goreng, potato wedges, atau roti bakar coklat yang berporsi cukup besar. Roti berbentuk segitiga ditangkup dalam beberapa lapisan dan berlelehan coklat legit. Roti tawar dibakar hingga kecoklatan dan menjadi sedikit crispy. Roti bakar ini dibandrol dalam harga Rp. 17.000 per porsinya.

Untuk pelepas dahaga kita bisa memesan aneka seduhan teh, latte, jus buah dan juga coklat. Untuk para penggemar kopi, ada seduhan single origin, espresso, americano, cappucino dan cafe latte yang bisa dihirup dan dicicip berlama-lama. Menurut pemilik, ada 7 single origin yang disediakan bagi para pecinta kopi sejati.

Kafe berkapasitas 90 tempat duduk yang buka dari pukul 09.00-24.00 WIB ini akan terus mengembangkan menu-menunya. Selain menambah menu reguler, nantinya juga akan ada menu paket untuk makan siang dan makan pagi. “Akan ada paket bermenu Nusantara seperti gado-gado dan sup yang segar dan menyehatkan.” pungkas Ardana.

Menikmati hidangan lezat serta nuansa klasik khas tempo dulu tentu bisa membuat kita lebih mengenang masa lalu yang pernah di lalui. Berlama- lama di HOC ini tentu akan sangat menyenangkan jika bersama keluarga, teman- teman atau orang terkasih. (Riska Fara)

480

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan