Walikota Tegal Terjaring OTT, Partai Nasdem Ngomong Begini

Setyo Maharso saat memberikan keterangan pers dihadapan awak media

SEMARANG (asatu.id) – Terjaringnya Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (29/8) kemarin membuat Partai Nasdem Provinsi Jawa Tengah angkat bicara.

Pasalnya, penangkapan walikota Tegal tersebut masih ada kaitanya dengan oknum kader partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu, yaitu Amir Mirza.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jateng, Setyo Maharso mengatakan, saat ini pihaknya telah mengajukan surat pemberhentian Amir Mirza yang diketahui merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Brebes.

“Pagi ini, surat telah dikirimkan kepada DPP Partai. Setelah surat pemberhentian keluar, kami sepakat menunjuk Pelaksanaan Tugas (Plt) DPD Nasdem Brebes,” ujarnya saat melakukan keterangan pers dihadapan para awak media di Kantor DPW Partai Nasdem di Jalan Tumpang Raya No 120 Semarang, Rabu (30/8).

Maharso menegaskan, terkait kasus OTT walikota Tegal yang melibatkan Amir Mirza merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Nasdem.

“Kami atas nama DPW Partai Nasdem menyampaikan keperihatinan serta penyesalan atas kejadian ini. Saudara Amir Mirza sebagai kader partai tidak mampu menjaga nilai-nilai Restorasi yang merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap kader partai,” pungkasnya.

Maharso menambahkan, Siti Masitha Soeparno merupakan mantan caleg Partai Nasdem tahun 2014. Namun pada tahun 2013 wali kota Tegal tersebut mengundurkan diri dan memutuskan keluar dari Partai Nasdem untuk mengikuti Pesta Demokrasi (Pilkada) Kota Tegal pada tahun 2013 silam.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *