Mbak Ita : Tuntaskan Kasus Pengrusakan Kantor Satpol PP

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta agar kasus pengrusakan meja kerja ruang milik penyidik Satpol PP diusut tuntas. Menurut Wawali, tindakan tersebut tidak terpuji dan tidak bisa ditolelir karena melakukan pengrusakan aset negara.

Hal itu dikatakan Hevearita ketika melakukan sidak di kantor Satpol PP, Jumat (25/8). Dia ditemui Kepala Bidang Sosialisasi dan Penegakan Perda, Aniceto da Silva beserta para anggotanya.

“Ini harus diusut tuntas Informasi awalnya ada lima orang yang bermain di salah satu ruangan penyidik yang sampai menyebabakan kerusakan meja. Ketika saya lihat ruangan sudah dikembalikan seperti biasa,” terang Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita ini.

Dia meminta Kasatpol PP menindak disiplin anggotanya yang katanya bermain tersebut. Ita menambahkan, Satpol sebagai penegak perda di Kota Semarang harus menunjukan contoh yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, keadaan kantor Satpol PP tak luput dari perhatiannya, ia menilai kantor penegak perda terkesan kumuh dan tak terpadang CCTV.

“Harusnya ruangan tempat kejadian perkara itu terdapat CCTV, tapi ternyata ruangan minim CCTV. Tempat parkir yang tidak rapi, tidak ada pos penjagaan diluar, para petugas malah berjaga di dalam kantor Satpol PP. Ini harus dievaluasi,” ucapnya.

Sementara itu, Aniceto da Silva mengatakan, pihaknya akan melanjutkan proses penyelidikan hingga tuntas dan tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Kami tegaskan tidak ada unsur kongkalikong ataupun backing dalam kasus pengrusakan meja di ruang penyidik satpol PP. Perbuatan pengrusakan tersebut merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *