Mencegah Kekerasan pada Anak Lebih Penting

ANAK – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat hadir di acara Lokakarya Investasi Pembiayaan Pembangunan untuk Perlindungan Anak di Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian, Senin (21/8).

SEMARANG (asatu.id) – Kekerasan pada perempuan dan anak masih menjadi permasalahan krusial yang tidak bisa dipandang sebelah mata, khususnya di era serba canggih seperti saat ini. Usaha mencegah dipandang lebih penting dibandingkan menangani permasalahan saat sudah terjadinya peristiwa kekerasan pada perempuan dan anak.

“Programnya adalah bagaimana Pemda berinvestasi untuk melakukan pencegahan kekerasan, khususnya pada anak. Jawa Tengah direncanakan untuk dijadikan pilot project untuk Provinsi Layak Anak (PLA), maka kita mesti menyiapkan anggaran, program, dan sistemnya, agar kemudian hal tersebut bisa tercapai. Sekarang yang dikerjakan yaitu menemukan formulasi yang tepat tentang infrastuktur yang dibutuhkan, program yang akan dijalankan, dan tata nilai seperti apa yang diperlukan, itu yang nantinya akan dikembangkan,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, usai Lokakarya Investasi Pembiayaan Pembangunan untuk Perlindungan Anak di Jawa Tengah, di Wisma Perdamaian, Senin (21/8).

Menurut Ganjar, kondisi anak sekarang ini cukup memprihatinkan, karena misalnya saat disuruh menyanyi, ternyata pilihan lagunya Bojoku Galak. Ini karena mereka tidak punya pilihan lagu lain yang dianggap menarik.

“Lalu kita akan menyalahkan siapa? Kalau mereka para pencipta lagu menciptakan lagu anak bagaimana? Atau sekarang Pemda menyiapkan program-program untuk membuat atau cipta lagu-lagu anak, misalnya dalam bentuk lomba-lomba di sekolah, agar siswanya menyenangi lagu anak. Pilihan lainnya, mencegah anak-anak kita agar tidak terlibat pada hal-hal yang belum saatnya diketahui, contohnya ada soal pornografi, penggunaan Medsos yang berlebihan, sehingga justru mendapatkan pengalaman yang buruk,” paparnya.

Tidak hanya itu, anak-anak pun perlu diajari menghormati sesama teman agar tidak membuly antar temannya. Ini menjadi tugas utama dari pemerintah, sekolah, masyarakat, dan orang tua. Keterlibatan semua pihak tersebut coba didorong untuk memberikan kontribusinya agar bisa mencegah kekerasan pada anak.

“Jawa Tengah Layak Anak ini, rencananya mau dilaunching kira-kira tahun depan. Untuk itu, Pemprov menyiapkan agar setiap Kabupaten/Kota juga bersiap-siap untuk hal tersebut,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *