Hendi Datangkan KPK ke Semarang, Ada Apa?

SEMARANG (asatu.id) – Walikota Hendrar Prihadi mengatakan adanya beberapa kasus korupsi yang melibatkan PNS Kota Semarang menjadikan perhatian dan keprihatinan baginya. Wali kota yang akrab disapa Hendi ini terus berkomitmen perangi korupsi di lingkungan Pemkot Semarang.

Hal tersebut disampaikan saat Hendi sapaan akrab Walikota membuka Monev Tim Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Periode 1 di Ruang Lokakrida, Lantai VIII Gedung Moch. Ihsan, Selasa (22/8).

Dalam acara Walikota menghadirkan langsung Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata sebagai nara sumber untuk memberikan pencerahan dan masukan sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

Ke depan Walikota menginginkan semakin banyak jajarannya yang paham dan menghindari tindak pidana korupsi. Walikota mengingatkan saat ini telah ada OTT dari tim KPK maupun tim saber pungli yang harapannya semakin menurunkan angka kasus korupsi dan jerat hukum pidana.

Sementara itu Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, angka aduan korupsi seIndonesia tercatat mencapai tujuh hingga delapan ribu kasus. Dari jumlah tersebut, baru kurang lebih 100 kasus per tahun yang bisa ditangani dengan kekuatan KPK.

“Harus diperlukan upaya pencegahan di setiap daerah, perbaikan proses pengadaaan barang jasa, penguatan apip serta perijinan hingga pengawalan dana desa. Karena jika hanya KPK saja tidak akan bisa sampai kapan pun, ” imbuhnya.

Selain itu, Alex juga menekankan pentingnya penguatan jajaran inspektorat sebagai pengawas internal. Tak hanya itu, membangun whistle blower di setiap daerah juga dapat menjadi langkah konkret pencegahan korupsi. Jika terintegrasi dengan KPK, keberadaan whistle blower di 500 Pemda se-Indonesia akan semakin baik.

Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara sebagai moderator, mengaku bahwa edukasi seperti inilah yang dibutuhkan pengusaha khususnya di Kota Semarang..

“Saya menyambut baik atas kegiatan ini, dengan adanya sinergi antara pengusaha pemerintah serta KPK tidak ada lagi pengusaha yang terjerat kasus korupsi,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *