Dua OPD Minim Serapan

SEMARANG (asatu.id) – Terdapat dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Semarang yang sangat minim serapan anggarannya selama periode semester pertama tahun ini.

Kedua OPD itu, ialah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang yang capaian anggarannya selama semester pertama sekitar Rp38,5 miliar atau baru terealisasi 5,55 persen dari alokasi anggaran Rp.693,8 miliar.

Lalu, Dinas Penataan Ruang Kota Semarang dengan penyerapan anggaran yakni sekitar Rp9,8 miliar atau sebesar 4,19 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp.233 miliar pada semester pertama 2017.

Hal itu terungkap dalam Rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang yang membahas laporan realisasi keuangan semester I/2017 di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (21/8).

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengakui adanya beberapa penyebab minimnya serapan, antara lain proses lelang yang molor dan pembebasan lahan yang banyak belum terealisasi, misalnya terkait proyek Semarang Outer Ring Road (SORR).

“Serapan anggaran di beberapa OPD masih minim, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur. Contoh, masih ada banyak pembebasan lahan yang belum jalan, akhirnya membuat serapan di masing-masing OPD yang menangani proyek itu mengalami penurunan drastis pada semester pertama tahun ini,” katanya, Selasa (22/8).

Sementara itu, Suharsono selaku anggota Banggar DPRD Kota Semarang membenarkan serapan anggaran di masing-masing SKPD di bawah 50 persen, dan ada beberapa yang jauh di bawah angka 50 persen.

“Problemnya banyak hal, seperti kegiatan yang belum dimulai, atau kegiatan sudah dimulai tetapi belum cair anggarannya sehingga serapan rendah. Ada juga pekerjaan sudah jalan dan belum selesai,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *