OJK Geram Dengan Ulah UN Swissindo

SEMARANG (asatu.id) – Tidak sedikitnya peredaran surat kuasa M1 dari UN Swissindo yang meresahkan masyarkat membuat Otoritas Jasa Keungan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng DIY geram.

Kepala OJK Kantor Regional 3 Jateng DIY, Moch. Ihsanuddin mengatakan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan sebanyak kurang lebih 50 laporan terkait janji-janji manis palsu dari perusahaan bodong itu.

“Cukup banyar laporan industri jasa keungan ke OJK, diantaranya 7 laporan dari Bank Umum, 41 laporan BPR dan BPRA, 1 dari lembaga pembiayaan (Perusahaan Lesing) dan 1 dari PT Permodalan Nasiona Madani Persero,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers di Kantor OJK Regional 3 Jateng, Jalan Kyai Saleh No. 12-14 Semarang, Rabu (16/8).

Masih melanjutkan, pihaknya menerangkan, pelaporan tersebut didasari atas memiliki nasabah yang terkena janji-janji untuk tidak melunasi hutangnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk mewasdpadai beredarnya surat kuasa M1, dan penawaran dari perusahaan atau lembaga kuangan yang menjanjikan pelunasan keredit dan ajakan untuk tidak membayar untang ke Bank, perusahaan pembiayaan, serta lembaga perusahan keuangan lainnya.

“Penawaran perjanjian pelunasan kridit yang dilakukan UN Swissindo merupakan kegiatan ilegal dan tidak mempunyai izin dari otorites yang bewenang,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *