Warga Tak Mampu Terima Bantuan Jambanisasi

BANTUAN – Mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI (Purn) Sunindyo menyerahkan bantuan jamban kepada warga tidak mampu di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal (yoga/asatu.id)

KENDAL (asatu.id) – Sejumlah warga tidak mampu di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, menerima bantuan jambanisasi dari Mantan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI (Purn) Sunindyo.

Dirinya, yang juga mendaftar sebagai Cawagub dari PDIP pada Pilkada 2018 mendatang, menyatakan ingin melanjutkan program jambanisasi, yang dirasa masih diperlukan, khususnya bagi keluarga kurang mampu di Jawa Tengah.

Karena, melalui program jambanisasi ini dirasa dapat menekan angka sakit dan kematian akibat sejumlah penyakit yang disebabkan bakteri seperti muntaber, diare, tipus, infeksi usus, dan sebagainya.

Sejak satu pekan terakhir, Sunindyo dan timnya mengirim sejumlah material pembuatan jamban seperti kloset, semen, pasir dan sebagainya, di wilayah perbatasan Kendal dan Kabupaten Semarang tersebut.

Dirinya menegaskan, sejak pensiun dari dinas kemiliteran pada Juni 2017 lalu, dengan jabatan terakhir sebagai Tenaga Ahli di Lemhanas RI. Setelah purna tugas, Sunindyo tergerak untuk melakukan sejumlah kegiatan sosial, salah satunya jambanisasi.

“Penyakit ini banyak diderita warga yang lingkungannya kotor karena sebagian masyarakatnya tidak punya jamban. Sehingga buang air di sembarang tempat, seperti sungai dan tempat terbuka lainnya. Itu yang akan kami berantas melalui program ini,” tegasnya.

Semasa menjabat Pangdam IV Diponegoro pada 2013-2014, Sunindyo menggerakkan program jambanisasi di seluruh daerah di Jateng melalui jajarannya di tingkat Kodim dan Koramil.

Aksi sosial ini dapat dirasakan, dimana warga bisa hidup sehat dan angka kematian akibat diare atau muntaber dapat ditekan. Bahkan pada 2014, Sunindyo memecahkan rekor MURI dengan pembuatan 1.500 jamban untuk keluarga kurang mampu di tiga Kecamatan di Kota Semarang.

“Pembuatan jamban tersebut pernah dilakukan di Kecamatan Tembalang, Kecamatan Mijen, dan Kecamatan Gunungpati. Pengerjaannya dilaksanakan anggota TNI bersama warga dalam masa waktu dua bulan, dari Juli hingga akhir Agustus,” paparnya.

Dari data Departemen Kesehatan RI, saat ini secara nasional 24 Juta Kepala Keluarga di Indonesia belum memiliki jamban. Setiap tahunnya, sekitar 165 ribu warga meninggal karena diare dan muntaber. Diharapkan, program jambanisasi ini bisa menjadi gerakan nasional, sehingga keluarga tak berjamban menjadi 0 persen.

“Di Jateng, sekitar 2 juta keluarga yang tidak punya jamban, angka ini harus terus ditekan,” tambahnya.

Sementara itu, Kades Gondang, Yudhi Susanto mengaku senang atas perhatian yang diberikan kepada warganya. Diakui, di desanya masih ada 98 KK yang belum memiliki jamban di rumah mereka. Sehingga untuk keperluan MCK, dilakukan di sungai.

“Kita akan gerakkan warga untuk ikut guyup membangun, karena material dan kloset telah disediakan Pak Sunindyo,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *