Tangkal Penipuan Investasi, RFB Lakukan Edukasi

Caption : Siaran Perss Edukasi dan Sosialisasi PBK Kepada Masyarakat siaran pers di Jalan S Parman No. 47 A Gajahmungkur Semadang, Selasa (15/8)

SEMARANG (asatu.id) – Maraknya penipuan berkedok investasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia mendorong PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) bersama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) selenggarakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di lima kota besar.

“Kurun waktu 2016-2017 Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 81 situs perdagangan berjangka karena perusahaan itu tidak terdaftar dan melanggar ketentuan bursa jangka,” ungkap Chief Business Officer PT RFB, Teddy Prasetya saat siaran pers di Jalan S Parman 47 A Gajahmungkur, Selasa (15/8).

Maka dari itu, pihaknya sebagai pelaku di industri PBK dan anggota dari BBJ dan KBI merasa perlu bersama-sama mengedukasi masyarakat bagaiman cara berinvestasi yang lebih sehat di PBK melalui BBJ dan KBI.

Teddy mengakui, sejauh ini masyarakat masih tabu mengenai bisnis PBK. Saat ini masyarakat umum kebanyakan hanya mengenal investasi berbentuk saham, obligasi, reksadana, dan sebagainya. Padahal, potensi yang ada di industri PBK sangat besar dan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Hal itu dibuktikan pada tahun 2015 volume transaksi tumbuh sebesar 7,11 persen. Angka ini meningkat hingga 6,40 persen pada tahun 2016. Bahkan hingga kuartal I tahun 2017 kembali naik hingga 4,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016.

“Artinya kita perlu melakukan sosialisasi dan edukasi yang konsisten kepada publik agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan, tentunya degan dukungan pemerintah juga,” pungkasnya.

Ia menambahkan, PT Rifan Financindo Berjangka adalah perusahaan dibidang perdagangan berjangka yang merupakan anggota dari BBJ dan KBI dan sudah mendapatkan izin usaha pialang berjangka pada tahun 2000 silam.

Untuk informasi, Rifan Financindo Berjangka bersama BBJ dan KBI selenggarakan edukasi dan sosialisasi di lima kota besar yaitu Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang, dan Surabaya. Rangkaian kegiatan edukasi ini berbentuk media workshop dan lomba penulisan jurnalistik industri PBK dengan menggandeng Mayong S Laksono sebagai salah satu juri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *