Puluhan Negara Ikuti Program Keamanan Laut

Caption : Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya, mewakili Menteri Luar Negeri saat membuka pelatihan Maritime Safety and Security Programme’ di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Komplek Akademi Kepolisian (Akpol). (imboh/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Puluhan negara ikuti pelatihan “Maritime Safety and Security Programme” (Program Keselamatan dan Keamanan Maritim) di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Komplek Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (15/8).

Pelatihan keamanan maritim yang digelar pertama kali ini dikuti oleh 12 negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Comoros, India, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Oman, Somalia, Sri Lanka dan Tanzania serta 3 negara dari Melanesia Spearhead Groub (MSG) yaitu Fiji, Kepulauan Solomon dan Timor Leste.

Sementara Indonesia diwakili oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kepolisian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tak hanya itu dua peserta dari Sekertariatan IORA dan MSG pun turut berpartisipasi.

Dalam pelatihan itu terdapat kurang lebihnya 40 personil dari negara-negara anggota IORA dan MSG mengikuti pelatihan yang akan digelar selama 8 hari ini, yakni mulai tanggal 14 hingga 21 Agustus 2017 mendatang.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya, mewakili Menteri Luar Negeri saat membuka pelatihan mengatakan, sebagai negara maritim Indonesia harus memiliki kapasitas untuk dapat menjaga wilayah lautnya dari berbagai tantangan dan ancaman tantangan seperti pencurian ikan, perpokan, polusi dan sampah laut, perdagangan ilegal narkotika, senjata dan manusia.

“Untuk itu, diperlukan kerja sama antara para penagak hukum di laut dengan meningkatkan kapasitas keahlian dan keterampilan dalam menjaga kedaulatan di laut,” pungkasnya.

 

56

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan