PLTSa Jatibarang Hasilkan 10 Megawatt/Hari

PLTSa Jatibarang Hasilkan 10 Megawatt/HariSEMARANG (asatu.id) – Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Desa Bambangkerep, Kecamatan Mijen, menjadi salah satu terobosan pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Semarang.

Gas methan yang diolah dan dihasilkan dari tumpukan sampah ditargetkan dapat menghasilkan potensi energi listrik 10 megawatt per-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) merupakan salah satu program penataan Kota Semarang selain pelestarian hutan kota dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Untuk pengerjaan PLTSa ini ada dua jenis pengerjaan. Pertama, landfill gas mulai Agustus ini mendatangkan alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan untuk tahap dua sedang dalam proses penyempurnaan studi kelayakan,” ujarnya, Minggu (6/8).

Terkait pengelolaan sampah, lanjut Gunawan, saat ini pihaknya memiliki sebanyak 50 bank sampah yang tersebar di sejumlah kelurahan dan kecamatan. Selain berfungsi mengurangi timbunan sampah untuk diangkut ke TPA, keberadaan bank sampah tersebut dikelola menggunakan model 3R, yakni Reuse, Reduce, dan Recycle.

“Sehingga sampah yang didaur ulang tersebut bisa dijadikan pupuk dan berbagai produk kerajinan, souvenir dan lain-lain,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *