Pemetaan Potensi Sangat Diperlukan

SEMARANG (asatu.id) – Dewan berharap Pemerintah Kota Semarang dapat melakukan pemetaan potensi sebuah wilayah sebelum menjadikannya menjadi kampung tematik. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Hanik Khoiru Solikhah Kamis, (3/8).

Menurutnya Hanik, Pemkot Semarang tidak perlu memaksa 177 kelurahan yang ada di kota ini mengikuti program kampung tematik. Tetapi lebih baik disesuaikan dengan potensi yang ada di setiap kelurahan.

“Menyesuaikan dengan potensi yang ada sebelumnya, adalah jalan tengah yang paling baik,” ujarnya.

Tercatat saat ini sudah ada 32 kelurahan yang ikut dalam program Kampung Tematik ini. Contohnya adalah Kampung Pelangi di Kelurahan Randusari Semarang Selatan. Selain itu ada juga Kampung Mangut di Mangunharjo, Jamu di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen.

Selanjutnya, Pemkot Semarang tidak boleh lepas tangan begitu saja. Pelibatan OpD terkait sebagai unsur pembina harus terus dilakukan. “Tidak hanya Dinas Pemukiman dan Tata Ruang atau Dinas Pariwisata saja, tapi juga dinas lain seperti Koperasi dan UKM, Perdagangan, Perindustrian dan lain sebagainya, sehingga ekonomi masyarakat ikut berkembang,” ucapnya

Di sisi lain, Dewan tentu akan terus mendorong program kampung tematik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

32

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan