Mahfud MD Sebut Gerakan Radikal Islam Terbagi 3 Golongan

Caption : Mahfud MD Saat Ditemui Usai Acara Pelantikan Pengurus Majelis Wilayah Kahmi dan Korhati Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang Masa Bakti 2017-2022. (imboh/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Mohammad Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2011 mengatakan, berdirinya ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang memiliki tujuan mendirikan negara islam yang berkeinginan mengubah sistem pemerintahan Indonesia.

“Radikal itu kan artinya mau mengubah sistem. Kalau HTI memang agendanya sudah dinyatakan secara jelas mendirikan negara islam,” kata Mahfud usai acara Pelantikan Pengurus Majelis Wilayah Kahmi dan Korhati Jawa Tengah di Wisma Perdamaian Semarang Masa Bakti 2017-2022, Sabtu (29/7).

Mantan Menteri Pertahanan Kabinet Persatuan Nasional itu mengungkapkan, berdasarkan pada penelitian ilmiah Ketua Muhammadiyah Haidar Nastir, bahwa gerakan radikal islam di Indonesia terbagi menjadi tiga.

Dikatakan Mahfud, yang pertama merupakan gerakan radikal yang ingin mendirikan negara islam di Indonesia dengan mengganti ideologi Pancasila. Gerakan ini diwakili oleh HTI.

Kedua, lanjutnya, Majelis Mujahidin Indonesia yaitu gerakan radikal yang ingin memberlakukan hukum islam secara resmi tapi tidak mengganti ideologi Pancasila.

Ketiga, gerakan radikal yang ingin mendirikan hukum islam di daerah melalui penerbitan Peraturan Daerah Syariah. Gerakan ini bernama Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam (KPPSI) yang ada di Sulawesi Selatan.

“Sedangkan gerakan radikal yang lain katanya (penelitian ilmiah Ketua Muhammadiyah Haidar Nastir) ada delapan, tapi yang lain saya tidak tahu,” tegas Mahfud.

158

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan