Taksi Konvensional : Taksi Online Harus Dibatasi

SEMARANG (asatu.id) – Para pengemudi taksi Konvensional mendesak dikeluarkannya Pergub terkait keberadaan taksi online. Dimana salah satunya terkait dengan pembatasan kuota taksi online. Hal tersebut menjadi aspirasi pengemudi taksi konvensional saat beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (26/7).

Sekretaris paguyuban pengemudi taksi Kota Semarang, Suhardi mengatakan jika kuota taksi online tidak dibatasi maka akan membunuh keberadaan taksi konvensional. Jika kuota sudah diatur, lanjutnya  ia bersedia untuk berkompetisi dengan keberadaan taksi online.

”Kesepakatan itu kami terima dengan tangan terbuka. Yang penting bersaing sesuai aturan,” katanya

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, akan menampung keluhan para pengemudi taksi konvensional untuk disampaikan kepada instansi yang memiliki kewenangan dalam mengatur regulasi taksi online dan konvensional.

”Kami akan tampung dan sampaikan kepada dinas untuk koordinasi dengan polisi lalu-lintas terkait pelanggaran yang sudah dibuat sudah dilakukan tilang atau tidak.”

Menurutnya, taksi online melayani penumpang dengan cara ditelpon dan mendatangi penumpang. Sehingga pihaknya meminta agar taksi online tidak menunggu penumpang di tempat-tempat mangkal taksi konvensional.

57

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan