Organda Desak Permen no 26 Tahun 2017 Segera Terbit

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Organda Kota Semarang Wasi Darono berharap Permen no 26 Tahun 2017 segera diterbitkan. Hal tersebut mengingat, kondisi di lapangan saat ini memprihatinkan dan tidak kondusif. Menurutnya, saat ini jumlah pengemudi online melebihi kuota rencana yang diterbitkan.

”Jumlah taksi konvensional di Kota Semarang ada sekitar 1.500 unit. Sementara untuk jumlah taksi online saat ini belum tercover karena bukan merupakan transportasi resmi,” ujarnya saat beraudiensi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (26/7).

Sementara itu, Sekretaris paguyuban pengemudi taksi Kota Semarang, Suhardi mengatakan jika kuota taksi online tidak dibatasi maka akan membunuh keberadaan taksi konvensional. Jika kuota sudah diatur, lanjutnya  ia bersedia untuk berkompetisi dengan adanya taksi online.

”Kesepakatan itu kami terima dengan tangan terbuka. Yang penting bersaing sesuai aturan,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat beraudiensi menginginkan agar permasalahan taksi konvensional dan online segera diselesaikan. Sehingga Kota Semarang situasinya menjadi kondusif.

”Kami sampaikan kepada dinas untuk koordinasi dengan polisi lalu-lintas terkait pelanggaran yang sudah dibuat sudah dilakukan tilang atau tidak.”kata wali kota yang akrab disapa Hendi itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *