KPK Tunjuk Jateng Menjadi Daerah Pertama Soal Ini

Caption : Pembentukan Komite Advokasi Regional Antikorupsi Daerah di Novotel Hotel. (imboh/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi daerah pertama yang ditunjuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membentuk Komite Advokasi Regional Antikorupsi Daerah. Pembentukan komite ini sebagai upaya pencegahan tindakan korupsi oleh pelaku usaha.

Koordinator Program Fungsional dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian KPK, Roro Wide Sukistyowati mengatakan, Provinsi Jateng dipilih menjadi daerah pertama untuk pembentukan komite ini dikarenakan insiatif anti korupsi yang dimiiliki terbilang bagus.

“Kami melihat Jateng memiliki inisiatif anti korupsi yang bagus maka itu kami pilih menjadi daerah pertama dengan harapan mampu menjadi contoh untuk menularkan dampak positif untuk daerah lain,” terang Roro saat dijumpai wartawan di Novotel Hotel, Semarang, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, tujuan dibentuknya advokasi ini sebagai wadah komunikasi bagi pemerintah dan pelaku usaha yang diharapkan dapat mengidentifikasi kendala dalam proses bisnis di daerah guna mencapai solusi bersama.

“Berdasarkan data internal kami, pelaku tindak korupsi terbesar ke dua adalah oknum swasta (pelaku usaha) yang menyuap oknum eksekutif. Dibentuknya advokasi ini diharapkan menjadi antisipasi tindak korupsi yang melibatkan para pelaku usaha,” jelas Roro.

Ia menambahkan, selain Jateng, di tahun ini 7 daerah lain yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Lampung, Riau, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur akan segera menyusul.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyambut baik adanya Komite Advokasi Regional Antikorupsi Daerah ini. Menurutnya, keterlibatan pengusaha dalam permasalahan korupsi diharapkan mampu memberantas praktif kolutif yang melibatkan pihak swasta.

“Saya senang dengan dilibatkanya pengusaha, sehingga praktik-praktik kolutif dapat diselesaikan melalui advokasi ini. Ini merupakan langkah yang bagus dan dahsat. Saya mengapresiasi KPK dalam penerapan ini,” pungkas Ganjar.

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan