Gali Kearifan Lokal, Surya Ilustrasikan Ratu Kalinyamat

Caption : Surya Atmaja saat menerangkan karyanya yang mengangkat Kalinyamat. (imboh/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Sebagai upaya menggali nilai luhur serta kearifan budaya lokal, Surya Atmaja pemuda kelahiran Jepara kreasikan gambar ilustrasi cerita rakyat Ratu Kalinyamat kedalam sebuat teknik gambar kekinian.

Mahasiswa tingkat akhir Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menuangkan kisah cerita rakyat Ratu Kalinyamat kedalam sebuah kreasi gambar menggunakan teknik vektor.

Sosok Ratu Kalinyamat sendiri merupakan salah satu pemimpin besar asal daerah Jepara dengan masa pemerintahan antara tahun 1549-1579, dirinya sangat dikenal sebagai pemimpin yang cantik, pemberani, kaya dan berkuasa.

“Tujuan saya memilih cerita Ratu Kalinyamat karena sosoknya belum dikenal luas oleh masyarakat Jepara pada khususnya, serta meluruskan pandangan masyarakat terhadap ritual Tapa Wuda Sinjang Rikma selama ini,” ujarnya saat ditemui asatu.id disela-sela pameran proyek studi di Gedung I Gedung B9 Unnes, Gunungpati Semarang, Selasa (25/7) sore.

Menurutnya, pandangan masyarakat yang menyatakan Ratu Kalinyamat benar-benar telanjang tanpa busana saat melakukan ritual Tapa Wuda Sinjang Rikma dirasa kuranglah tepat. Ia menjelaskan, sebenarnya ritual tersebut merupakan sebagai wujud kesetiaan, kecintaan, dan pengabdian setelah kematian kakak dan suaminya.

“Sebenarnya itu hanya kiasan, dari berbagai risert kecil, literatur dan cerita tutur yang saya dapatkan, maknanya bukan telanjang bulat seperti persepsi yang bertebaran di masyarakat awam,” katanya.

Ditambahkannya, selain mengurangi kesalahan pemahaman, pameran ini juga sebagai upaya mengali sisi lain dari cerita rakyat Ratu Kalinyamat. Tidak saja hanya melihat dari sisi negatif saja namun dapat menggali sisi positifnya juga.

Di ceritakannya, terdapat nilai leluhur yang dapat diambil dari cerita rakyat Ratu Kalinyamat yang dapat diterapkan dimasa sekarang, terutama dalam hal kepatriotannya dalam membantu Johor dan Aceh kala mengusir Portugis di Malaka pada zaman dulu.

Ia pun berharap, melalui pameran ini karyanya ini dapat diterima oleh semua kalangan secara luas serta dapat memberikan informasi mengenai cerita rakyat Ratu Kalinyamat untuk meminimalisir kesalahan pemahaman yang ada.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *