Rumahnya Sengaja Saya Bangun Di Tepi


SEMARANG (asatu.id)- Sutarso, warga Kelurahan Kalisegoro, terlihat dengan cekatan mengikatkan benang di atas tembok batako yang dibuatnya sejak sepekan lalu.

Benang yang dijadikan tali kelot untuk menyamakan ketinggian, dibentangkan diantara dua besi tulangan beton.

Itu dilakukannya sembari menyempurnakan ketinggian ukuran yang diinginkan.

Pemasangan papan bugesting diperlukan, lantaran pembangunan rumahnya sedang dalam tahap akhir. Lokasi pembangunan, sengaja dipilih di sisi tepi.

“Ini sedang membuat papan bugesting agar nanti pas dilakukan pengecoran adonan semen tidak lari kemana-mana. Selanjutnya tinggal pasang beton penahan, setelah kering sudah bisa dipasang atapnya dan rumah bisa ditempati kembali.Biar nanti jika dua anak saya sudah dewasa tinggal bangun 1 rumah lagi disampingnya. Sekalian persiapan bagi waris,” ujar Sutarso, saat ditanya tentang kegiatanya.

Hal yang membanggakannya, dengan tenaga yang dibantu dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), dirinya bisa membangun rumah hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Sutarso sendiri untuk sementara harus tinggal di tenda plastik.

“Sekarang rumah saya tidak kayu lagi, sudah jadi tempok kokoh seperti rumah tetangga lainnya,” ungkapnya sambil menunjuk rumah tetangganya.

Perwira lapangan TMMD Kodim 0733/BS Semarang, Kapten Sujono mengatakan pembangunan rumah layak huni selama pelaksanaan TMMD, dilakukan untuk sebanyak 20 rumah yang kurang layak.

“Rumah dibangun menggunakan dana yang bersumber dari APBD Pemkot dan Baznas. Tenaga menggunakan tenaga anggota, sehingga tidak mengeluarkan biaya,” paparnya.

Dengan kekuatan anggota, maka pekerjan bisa dilakukan lebih cepat dibanding waktu yang diperkirakan.

“Diharapkan sebelum penutupan TMMD warga sudah bisa menempati rumahnya kembali,” ucap Kapten Sujono. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *