Jangankan Pisang, Tanah Saja Saya Berikan

SEMARANG (asatu.id) – Pekerjaan pembukaan akses penghubung antar dukuh yang dilakukan oleh Kodim 0733/BS Semarang, dilakukan dengan mengerahkan puluhan anggota TNI.

Namun, ketika pekerjaan dilakukan pada siang hari, terik matahari membuat anggota TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) harus terkuras tenaganya.

“Ketika lapar dan belum ada kiriman, pisang warga yang matang boleh dipetik.

Tanah saja saya berikan untuk jalan, mosok pisang nggak saya relakan. Jujur, keuntungan pribadi saya dari kegiatan TMMD yakni, pohon yang dipotong kayunya langsung laku untuk dijual,” ujar Juwadi, warga Kelurahan Kalisegoro, sembari mengantar es teh buat menyegarkan dahaga para peserta gotong-royong.

Bahkan, puluhan warga dengan sukarela membantu berkumpul bahu-membahu dengan bergotongroyong menyelesaikan pembangunan, yang langsung dilakukan perkerasan dengan cara pemasangan batu paving.

Dengan gotong-royong dan kerelaan dari warga yang memberikan tanah untuk akses jalan, maka program pembukaan jalan penghubung desa dapat cepat dilakukan.

“Melalui akses terbuka, warga akan lebih mudah mencapai satu titik ke titik lainnya,” ucap Sekretaris Kelurahan Kalisegoro, Tri Winarno.

Karena warga dengan rela menyerahkan lahan dan barang milik mereka, maka ketika warga minta bantuan tenaga, dengan sukarela pamong kelurahan ikut membantu.

“Jika warga merelakan tanah, mosok kita diminta tenaga tidak mau bantu. Jadi, saya juga mau ketika harus mendorong gerobak berisi paving,” paparnya.

Pembangunan jalan tersebut, nantinya diharapkan mampu memperkuat sektor perekonomian warga sekitar.

“Dengan jalan terbuka, akses ekonomi bisa lebih cepat. Barang mudah dijual. Sebaliknya, ketika mencari barang juga mudah untuk dicapai,” ungkap Kapten Arh Sujono, Perwira TMMD. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *