TNI Bersama Warga Renovasi Balai Desa

SEMARANG (asatu.id) – Ketika kumpul-kumpul jaga keamanan wilayah dimusim hujan, tidak jarang banyak perwakilan RT yang harus berteduh di teras masjid.

“Bukan karena tidak mau kumpul dan ngobrol bareng. Tapi memang balai RW yang kami miliki kecil dan hanya bisa tampung 10 orang. Jadi sebagian ada yang diteras,” kata Suwanto, warga RW 1 Dukuh Sedayu, Kelurahan Kalisegoro.

“Jika sudah dipanjangkan dan dibesarkan bisa 20 orang masuk jadi diskusinya lebih enak,” ujarnya.

Dengan dibangun ulang, tambah dia, maka bangunan bisa lebih representatif.

“Biarpun sudah dibesarkan, tapi bangunannya tidak menghilangkan unsur keselamatan jadi tikungan perempatan tidak dihabiskan,” tambah dia.

Firman Putra, seorang warga yang terlibat pembangunan dalam rangka TMMD reguler ke 99 kodim 0733/bs Semarang mengaku senang.

“Menjadi perwakilan RT ikut membangun balai RW. Untuk kumpul-kumpul jadi ya dibuat sebaik mungkin,” jelasnya.

Membangun balai RW, menjadikan kesempatan untuk memberikan tempat yang lebih representatif bagi warga untuk berkumpul.

“Bangunan awal dibongkar terus dibangun lagi. Jadi pekerjaan seluruhnya bukan hanya rehap,” ungkap Pratu Anggoro, anggota Yon Kaveleri 2 Turangga Seta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *