Peslalom Indonesia Kuasai Kelas Individu

Caption : Para peslalom Indonesia mampu memborong juara di kelas Individual pada gelaran Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) Seri I 2017, di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (22/7) malam. (yoga/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Para peslalom Indonesia mampu memborong juara di kelas individu pada Gelaran Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) Seri I 2017, di Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu malam (22/7).

Pertarungan peslalom atau yang sekarang telah berganti nama menjadi Gymkhana ini telah terlihat sengit sejak sore hari, dimana balapan ini dimulai.
Dibabak Final, Anjasara Wahyu berhasil mengalahkan seniornya yakni Demas Agil, sementara peringkat ketiga ditempati Valentino Ratulangi, diikuti Mario Claudio diperingkat ke empat.
Pada event ini, sebanyak tujuh pebalap asal Indonesia, harus bersaing ketat di babak best 26.
Tercatat ada nama pebalap Ananta OHP, Mario Claudio, Demas Agil, Andrian Septianto, Adrianza Yunial, Valentino Ratulangi, dan Anjasara Wahyu, sebagai wakil dari Indonesia. Raihan kemenangan tersebut memang sebelumnya telah diprediksi.
Salah satu wakil pebalap asal Jepang, Tetsuya Yamano sebenarnya berpeluang masuk ke babak semifinal, seandainya saat melawan Anjasara Wahyu tidak melakukan kesalahan dengan menabrak cone, sehingga dirinya harus terkena pinalti.
Dengan demikian babak semifinal akhirnya mempertemukan sesama pebalap asal Indonesia.
“Balapan kali ini cukup menarik, lawan-lawan yang saya hadapi punya karakter bermacam-macam, ada yang sangat agresif ataupun kalem tapi kenceng. Namun saya berusaha mengerahkan kemampuan terbaik agar bisa menjadi terbaik dan mencetak waktu tercepat,” ujar Anjasara Wahyu.
Terkait lokasi sirkuit yang menggunakan Jalan Pahlawan, Anjasara mengaku tidak mengalami masalah karena kualitas aspal dan jalan yang baik serta tidak berdebu. Sehingga memudahkan dirinya menggeber Toyota Agya 1.2 yang disediakan panitia.
“Ini kali pertama saya ikut kejuaraan tingkat Asia, cukup untuk mengasah kemampuan sebelum berangkat ke seri 2 di Korea. Saya hanya tinggal mempersiapkan latihan fisik lebih berat lagi, karena ternyata balapannya sampai dini hari dan itu menguras banyak waktu serta tenaga. Apalagi disana ada perbedaan suhu yang lebih dingin dibandingkan dengan Indonesia,” pungkasnya. (yoga arif)
168

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan