Ringannya Kerjabakti, Bila Dianggap Olahraga

SEMARANG (asatu-id) – Kerjabakti seperti membuka jalan yang dilakukan secara gotongroyong, tidak saja membuat pekerjaan lebih cepat dan murah serta terasa ringan.

Bahkan ketika banyak orang berkumpul, perkataan seseorang bisa membuat kita tertawa bersama. Melihat orang tertidur dibawah pohon pun menjadi terlihat lucu.

“Dengan gotongroyong dan kumpul bersama masyarakat, bisa membuat kita menjadi lebih segar. Malah terasa seperti olahraga,” ujar Lurah Kalisegoro, Sabar Tri Mulyono.

Dirinya yang selama ini lebih banyak kerja di belakang meja, menjadi merasa segar setelah selama sepekan ikut mengerjakan proyek TMMD.

“Dorong pasir itu kecil, soalnya kan barangnya memang kecil,” candanya, yang membuat tertawa anggota TNI Kodim 0733/BS Semarang yang kepanasan, saat mengerjakan pavingisasi akses jalan kelurahan.

Sembari mendorong songkro berisi pasir, beberapa kali Lurah Kalisegoro disindir dengan ucapan awas pingsan.

“Pingsannya nanti malam bareng istri,” ucapnya ringan meski tampak kelelahan, usai beberapa kali mendorong songkro berisi pasir.

Pelaksanaan TMMD reguler ke-99, ungkap Pasiter Kapten Inf Suradi, tidak saja menjadi tanggung jawab warga saja namun juga tanggung jawab perangkat, termasuk penyelesaian pengerjannya.

“Jika di lapangan tidak ada warga perangkat atau anggota perwira. Semua kerja manunggal turut menyelesaikan pekerjaan, biar fasilitas umum yang dibangun cepat selesai,” paparnya.

Jadi ketika melihat pak Lurah ikut angkat batu dan pasir menjadi kebahagian bersama, apalagi kalau hasilnya sudah bisa dinikmati bersama.

“Sudah, jika kelelahan nanti paling minta dipijat,” ucap Suradi yang disambut tawa Sabar Tri. (yoga arif)

63

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *