Tragis, Cucu Sendiri Telah Disetubuhi Selama Tiga Tahun  

PERIKSA – Penyidik Polres Kendal memeriksa tersangka yang meniduri cucunya sendiri selama tiga tahun, bahkan korban saat ini telah hamil.

KENDAL (asatu.id) – Nafsu yang menggebu-gebu membuat seorang kakek asal Singorojo, Kendal, RB (58) tega meniduri cucunya sendiri, LS (16) selama tiga tahun yakni sejak 2014 hingga 2017. Bahkan, saat ini LS diketahui telah hamil tujuh bulan.

Pelaku dapat leluasa melampiaskan nafsu bejatnya, karena sehari-hari korban tinggal bersama dengannya.

Sementara ibu korban menjadi TKW di Malaysia dan ayah korban telah meninggal dunia. RB harus mendekam dibalik jeruji tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatananya.

Kasus pencabulan terhadap cucu kandung ini masih dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kendal, Senin (17/7).

Kisah tragis ini bermula saat LS mulai tinggal serumah dengan kakeknya pada saat baru duduk di bangku SMP atau berumur 13 tahun. PElaku dengan mudah meniduri korban karena tidur satu kamar dengannya.

Tanpa merasa bersalah atau berpikir panjang akibatnya, RB seketika itu menyetubuhi korban. Setelah kejadian itu, RB mengaku sering menyetubuhi cucunya itu. Paling tidak, RB dalam sebulan melakukannya empat kali kepada korban.

“Setiap hari tidur bareng, saya dan neneknya yang menemani. Saya lihat tubuhnya lama-lama jadi kepingin, nafsu gitu. Lalu saat kesempatan saya setubuhi dia.

Korban tidak berontak, juga tidak berani teriak atau lapor. Ya hanya diam saja. Itu terjadi sejak dia SMP sampai sekarang baru SMA,” paparnya.

Kapolres Kendal, AKBP Adi Wijaya, melalui Kasat Reskrim, AKP Aris Munandar mengatakan terbongkarnya kasus itu karena laporan warga.

Warga merasa curiga dengan perut LS yang semakin membesar. Apalagi korban masih duduk di bangku sekolah.

Setelah didesak, LS mengaku sering berhubungan intim dengan kakeknya. Tersangka ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

“Pelaku dijerat dengan pasal pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan ayat (3) dan atau pasal 82 ayat (1) dan ayat (2)UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara. Jika terbukti bersalah, maka hukumannya masih ditambah sepertiga masa hukuman, karena ada hubungan keluarga,” terangnya. (yoga arif)

281

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan