Tangkal Buku Menyimpang, Ganjar Ingin Dinarpus Siapkan Tim Pembaca

SEMARANG (asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng segera menyiapkan tim pembaca untuk menyeleksi buku-buku yang akan dipajang.
Langkah tersebut sebagai upaya menekan isi buku yang tidak sesuai serta terindikasi melecehkan agama, atau mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Selain buku, bacaan yang diakses melalui internet juga harus diseleksi. Saat ini ada kecenderungan pembaca lebih memilih membaca melalui internet karena bisa diakses kapan saja dan tidak terbatas waktu,” terangnya dalam peluncuran perpustakaan digital iJateng di kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng, Selasa (18/7).
Dikatakan Ganjar, saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta dari 250 juta jiwa.
Dengan adanya tim seleksi bacaan tersebut, maka kredibilitas akan terjaga. Selain itu juga akan tercipta literasi yang bermutu dan pembaca memiliki banyak rujukan.
“Jadi tidak hanya berdebat kosong, suloyo, dan termakan hoax,” tegasnya.
Ganjar pun menambahkan, dengan banyaknya literasi maka yang terjadi adalah sharing ide dengan komentar yang baik, positif, dan benar. 
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, Muhammad Masrofi mengungkapkan iJateng adalah aplikasi yang diciptakan untuk mengakses bacaan. 
“Saat ini, koleksi di iJateng ada 26.196 ekslempar. Pembaca tinggal daftar, cari buku, dan akses. iJateng tidak lagi murah, tapi sudah gratis,” terangnya. 
Masrofi menjelaskan selain acara launching iJateng, juga diadakan pameran perpustakaan mulai Selasa (18/7) – Kamis (20/7). Pameran ini diikuti 18 dinas arsip dan perpustakaan se-Jateng dengan berbagai kegiatan seperti galeri seni, workshop untuk guru PAUD dan TK.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *