Silpa Kota Semarang Rp 818 M

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, bahwa Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) penerimaan dan belanja daerah (APBD) Kota Semarang Tahun 2016 sebesar Rp 818 M.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan laporan pertanggungjawaban walikota tahun 2016 di ruang rapat paripurna DPRD Kota Semarang, baru-baru ini.
Secara rinci, pertama terkait pendapatan, targetnya adalah Rp 3.767.910.297.000. Realisasinya mencapai Rp 4.103.151.795.483. Sehingga menghasilkan selisih lebih Rp 335.241.498.483 atau prosentase sebesar 109,30 persen.
Kedua mengenai belanja, targetnya Rp 4.414.701.354.680. Realisasinya Rp 3.931.802.540.151. Sehingga menghasilkan selisih kurang Rp 482.898.814.329 atau 89,06 persen.
Ketiga, dalam penerimaan pembiayaan, targetnya Rp 1.194.348.850.680. Realiasinya Rp 1.194.348.650.680. Sehingga menghasilkan selisih kurang Rp 200.000, atau prosentase 100 persen.
Sedangkan keempat adalah pengeluaran pembiayaan, targetnya Rp 547.557.793.000 dan realisasi Rp 547.557.793.000 atau 100 persen.
Walikota menerangkan, program yang diprioritaskan adalah infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Dia juga meminta agar jajaran SKPD di Pemkot Semarang bisa lebih bekerja keras merealisasikan setiap program.
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini, dengan adanya SDM yang kreatif bisa menumbuhkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang.
“Sebagai kota barang dan jasa Kota Semarang akan terus memperkuat sektor-sektor lainnya, peningkatan perekonomian akan terasa dengan pengoperasian bandara internasional Achmad Yani Semarang. Dan pembangunan jalan yang menghubungkan semarang -solo dan juga akan dibangun tol Semarang-Demak,” tukasnya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *