PS TNI Bertekuk Lutut Setelah Ditaklukan Tim Kampung 3-1

SEMARANG (asatu.id) – Tim sepakbola TNI bertekuk lutut dan harus mengakui kekalahannya atas Tim Kampung Kalisegoro dengan skor 3-1, di lapangan kampung setempat, Selasa (18/7). Persatuan Sepakbola (PS) TNI yang dipimpin Letnan Dua Kav Pongkas, harus menyerah dari permainan Tim Kampung yang dipimpin Dwi Supriyanto.

Sebutan PS TNI sendiri tentu bukan mengacu pada nama sebenarnya dari tim sepak bola Liga Indonesia I, yang saat ini sedang bermain. Namun, sebutan itu merupakan ungkapan dari warga Kelurahan Kalisegoro yang tinggal di lokasi digelarnya kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-99.

Menurut warga, tim PS Satgas TMMD disebut PS TNI karena semua pemainnya merupakan anggota TNI pada pertandingan antar kampung atau Tarkam tersebut. Kendati tim sepak bola yang dibentuk dadakan dan hanya untuk mengisi olahraga sore hari, pertandingan antara Tim PS TNI dan warga tetap memberikan pertunjukan yang menarik ditonton.

Dalam permainan serba keras yang diwarnai tackling dan benturan fisik serta ditambah kondisi lapangan yang keras, pemain dari kedua tim tetap masih bisa bercanda.

Kaur Bhakti TNI Kodim 0733/BS Semarang, Kapten Inf Suryanto mengatakan jika kekuatan Tim PS Satgas TMMD terkuras habis staminanya ketika menghadapi tim dari PS Warga. Pasalnya, mereka telah 10 hari mengerjakan pembangunan fisik dan non fisik.

Pertandingan kedua tim itu sendiri digelar dalam rangka mengisi waktu luang di sore hari. Dimana, anggota TNI yang menggelar kegiatan TMMD reguler ke-99 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, menggelar pertandingan sepak bola melawan tim dari warga.

“Mumpung masih berada di tengah-tengah warga, kita ajak mereka menjalani pola hidup sehat dengan bermain bola,” ujarnya.

Disamping melaksanakan pembangunan vasilitas fisik, anggota TNI juga menggelar olahraga bersama guna menjalin keakraban dan kebersamaan dengan warga. Sehingga terbangun hubungan emosional yang saling mengisi. “Kalaupun TMMD sudah selesai, maka persaudaraan masih tetap akan terjaga,” terangnya. (yoga arif)

48

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan