Lahan Diserobot, Warga Banjardowo Wadul Dewan

SEMARANG (asatu.id) – Sejumlah warga RT 3 dan 4 RW 1 kelurahan Banjardowo Genuk mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang untuk mengadukan tindakan PT Padu Jaya, Kawasan Industri Kaligawe yang dinilai warga menyerobot lahan warga setempat.

Dengan tindakan tersebut, warga harus kehilangan rumah setelah dibongkar paksa oleh pihak perusahaan sekitar tahun 2016 lalu. 

Salah satu warga penggusuran, Suwanto, mengaku sudah bertempat sekitar lima tahun lalu. Dan nasib mereka saat ini tidak punya tempat tinggal.

“Kami terpaksa mengontrak karena rumah dibongkar paksa oleh pihak PT Padu Jaya,” ujarnya, Selasa (18/7).

Ia menambahkan, hanya mendapatkan tali asih dari perusahaan hanya sebesar  Rp 5 juta. Tapi dalam pelaksanaan pembongkaran tersebut,  Pihak PT telah mengambil lahan warga lebih dari yang semestinya.

“Kelebihannya sekitar 10 meter, dari awalnya perjanjian hanya satu meter,” imbuhnya.

Warga lain, Ahmadun, mengatakan, jika lahan yang ditempatinya dipakai negara, pihaknya menyatakan hal tersebut tidak mempermasalahkan. Namun jika digunakan PT, ia dan warga keberatan.

Dikatakannya,  ada sebanyak 17 bangunan rumah yang dirugikan dari kasus tersebut yang berada di dekat aliran irigasi Kali Babon. 

“Kami mengharapkan ganti rugi bangunan, karena saat ini kami tidak punya tempat tinggal lagi. Oleh karena itu warga menginginkan untuk difasilitasi bertemu dengan pihak PT oleh dewan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menuturkan, dirinya akan memanggil pihak PT Padu Jaya dan mengundang mereka untuk memfasilitasi pertemuan antara warga.

“Secara aturan, untuk pemberian tali asih cukup.  Karena njenengan (kalian-red) memakai tanah negara,” ujarnya saat menerima langsung aduan warga Banjardowo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *