Supriyadi : Perwal Ojek Saja Tak Cukup

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong operasional ojek berbasis aplikasi atau “online” segera diatur dalam peraturan daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Sabtu (15/7).

Menurutnya, perkembangan teknologi, yakni internet, membuat amasyarakat sekarang ini cenderung menginginkan sesuatu yang instan, mudah, dan cepat sehingga berkembangkan transportasi “online”, salah satunya merambah ke ojek.

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan pemerintah kota untuk sigap dengan perkembangan angkutan transportasi “online” itu agar tidak menimbulkan gesekan dengan angkutan konvensional.

“Memang harus diatur. Pemerintah bisa melakukan beberapa kebijakan, seperti membatasi kuota armadanya dan mengatur tarifnya. Jadi, mereka tidak seenaknya beroperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengaturan dalam perda juga akan membuat masyarakat Semarang terlindungi oleh regulasi dalam menggunakan layanan operasional transportasi “online”. Pihaknya mendorong pemkot untuk membuat perda terkait hal tersebut.

“Kami dorong segera diperdakan. Sebab, tidak cukup kalau hanya dengan perwal,” imbuhnya.

Supriyadi menuturkan, apabila sudah diatur dalam perda maka semuanya menjadi jelas dalam pelaksanaannya, khususnya antara transportasi konvensional yang sudah lebih dulu ada dan transportasi “online”.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *