Pelatih Persiba Bantul Akui Pemainnya Belum Siap Mental

CAPTION – Pelatih Persiba Bantul, Purwanto Suwondo

SEMARANG (asatu.id) – Pelatih Persiba Bantul, Purwanto Suwondo mengakui kekalahan timnya atas PSIS Semarang lebih dikarenakan mental bermain para pemainnya yang masih belum siap. Dirinya juga mengakui jika PSIS Semarang bermain lebih baik dan berkembang.

“Ya beginilah kalau kita mengandalkan pemain-pemain muda, tentu masih perlu banyak jam terbang untuk bermain di kompetisi seperti ini. Persiapan materi memang berpengaruh besar karena pemain-pemain muda kami belum berpengalaman. Kami terima kekalahan dan saya akui bahwa PSIS hari ini bermain lebih bagus, karena mereka mengutamakan pemain-pemain berpengalaman dengan umpan-umpan crossingnya. Mudah-mudahan pada permainan selanjutnya, kami bisa belajar dari kekalahan kali ini,” ujarnya, usai pertandingan di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat sore (14/7).

Kekalahan ini, menurut Purwanto bukan karena strategi atau teknik, tetapi memang lebih kepada mental pemain. Dimana pemainnya dianggap masih gorgi dengan kondisi penonton yang begitu ramai. Pasalnya, dalam pertandingan latihan dan uji coba, Persiba Bantul dapat bermain baik meskipun harus menghadapi tim yang bagus.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa pemain kami belum terlalu siap untuk mengikuti kompetisi di Divisi Liga 2 ini. Apalagi harus menghadapi pemain sekelas M Ridwan, mereka masih nervous,” paparnya.

Purwanto menyatakan bahwa tanpa adanya perombakan maka akan sangat berat bagi Persiba Bantul untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pihaknya berencana untuk mengganti sejumlah pemain di beberapa lini.

“Saya akan bertemu dengan manajemen, guna membicarakan bagaimana kemajuan untuk tim ini. Kalau memang ada rencana penambahan pemain, yaa memang harus dilakukan. Kalau tidak, memang akan sangat berat untuk bertanding di putaran kedua nanti,” ulasnya.

Beberapa posisi yang dibutuhkan, lanjut Purwanto, diantaranya yaitu untuk posisi kiper, stopper, bek kiri, striker, dan gelandang. Minimal delapan hingga sembilan orang kami perlu penambahan pemain.

“Bukan kami mengecilkan skill pemain kami yaa, karena skill mereka sebenarnya bagus. Karena dalam uji coba dan latihan dengan tim yang selevel bagus tapi ternyata dalam kompetisi mental mereka hilang. Sepertinya masih perlu setahun hingga dua tahun baru bisa siap,” ucapnya. (Yoga Arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *