Greenhouse Jadi Pos Daya Sayuran RW 19 Meteseh

SEMARANG (asatu.id) – Inovasi dari ibu-ibu PKK RW 19 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang dengan memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan yang memiliki nilai kegunaan patut dipresiasi. Bagaimana tidak, lahan berukuran 5×6 meter ini disulap menjadi area swasembada sayur mayur bersistem hidroponik yang diberi nama ‘greenhouse’.

“Greenhouse ini dibuat sebagai upaya pembentukan pos daya sayuran bagi ibu-ibu PKK setempat untuk pemenuhan gizi keluarga dan menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan bernilai ekonomi,” ungkap Febrina Ketua PKK RW 19 Meteseh, Sabtu (15/7).

Ia menerangkan pada dasarnya Greenhouse dibuat dengan sistem tanam hidroponik, karena keterbatasan media tanam lahan tanah.  Dirinya menambahkan, pipa media tanam hidroponik dibuat bertingkat lima dengan jenis sayuran yang ditanam seperti kangkung, kacang panjang, selada, sawi, bayam, kubis dan lainnya.

“Selama dua bulan masa tanam kini sudah dirasakan manfaatnya dengan panen,” imbuhnya.

Sementara, salah satu mahasiswi Universitas Diponegoro Rica Dwi Cahyanti mengaku senang bisa memberdayakan ibu-ibu PKK di RW 19 Kelurahan Meteseh.

Bersama lima kawannya dia membentuk Tim Srikandi menukarkan sistem tanam hidroponik dengan metode STB (sadarkan, Tanami, Budayakan) untuk meningkatkan eknomi masyarakat Metseh, Semarang.

“Awalnya ibu-ibu PKK disini hanya melakukan kegiatan rutin seperti pengajian, arisan, dan kumpul biasa. Ini menjadi perhatian khusus kami berlima dalam Tim Srikandi, kami beri pelatihan sejak April membuat greenhouse dan sistem tanam hidroponik,” katanya.

Kini, hasilnya luar biasa ketahanan pangan dengan pos daya sayur berjalan. Pihaknya berharap kegiatan ini terus berjalan sampai pada tingkat pemasaran.

“Kami berharap juga hidroponik ini akan terus bisa dimanfaatkan ibu-ibu disini,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *