Dari Tahun 2015, BNNK Kendal Mampu Rehabilitasi 59 Pecandu

CAPTION – Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie saat menyampaikan raihan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal sejak 2015 hingga Juli 2017.

KENDAL (asatu.id) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal mampu merehabilitasi 59 pecandu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), yang berlangsung sejak 2015 hingga Juli 2017. Mereka merupakan pecandu yang keseluruhannya berasal dari Kabupaten Kendal.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Kendal, AKBP Sharlin Tjahaja F Arie dalam acara temu wartawan, di ruang pertemuan BNNK Kendal, Jumat (14/7).

Menurut Sharlin, pada 2015 yang merupakan tahun rehabilitasi 100 ribu pecandu narkoba, BNNK Kendal telah merehabilitasi 23 pecandu. Raihan ini meningkat di tahun 2016 menjadi sebanyak 35 pencandu.

“Sedangkan pada tahun 2017 hingga Juli ini, kami baru merehabilitasi satu pecandu saja,” paparnya.

Ditambahkan Sharlin, jumlah pecandu di Kendal sebenarnya cukup banyak. Namun, mereka enggan disembuhkan karena masih ada perasaan malu bila ketahuan. Padahal, BNNK berusaha menyembuhkan mereka, agar dapat kembali berinteraksi dan bersosialisasi di masyarakat.

Pihaknya sendiri mengaku jika selama ini telah berulangkali mensosialisasikan kepada masyarakat maupun keluarga pecandu, agar mau direhabilitasi.

“Salah satu tugas kami yaitu menyembuhkan pecandu. Di Kabupaten Kendal, tercatat ada lima tempat rehabilitasi bagi pecandu yakni RSUD Dr Soewondo Kendal, Puskesmas 1 Sukorejo, RS Darul Istiqomah Kaliwungu, Klinik Surya Medik Boja, dan RSI Muhammadiyah Kendal,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubag TU BNNK Kendal, Wahyu Ratriani megungkapkan dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (Hani) 2017, BNNK Kendal telah melakukan kampanye kreatif antinarkoba, menghadiri lomba takbir keliling, hingga memberikan penghargaan kepada masyarakat serta lembaga pegiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Penghargaan diberikan kepada A Nur Khafid kategori perorangan, Lapas Kelas IIA (lembaga), dan Badan Anshor Antinarkoba (Bannar) Kendal. Sejak Januari-Juni 2017 kami mensosialisasikan bahaya narkoba kepada 7.543 orang yang terdiri atas pelajar, pekerja, dan lingkungan masyarakat,” jelas Sharlin. (Yoga Arif)

94

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan