Progres Kampung Bahari Perlu Banyak Pendekatan

SEMARANG (asatu.id) – Kabid Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Kumbino mengatakan, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan beberapa warga yang belum setuju dalam kelanjutan proyek pembangunan Kampung Bahari.

Pihaknya sudah siap untuk proses pembayaran beberapa  bidang lahan tanah yang masih menjadi kendala progres Kampung Bahari.

”Harapannya pada bulan Agustus atau awal Oktober pembayaran bisa rampung dilakukan sehingga pembangunan Kampung Bahari bisa selesai tepat waktu,” ujarnya, Jumat (15/7).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono menginginkan pemkot melakukan pendekatan dan sosialisasi secara khusus kepada warga yang belum setuju.

”Syukur-syukur warga yang terdampak lahanya bisa dilibatkan menjadi bagian dari Kampung Bahari Tambaklorok. Karena ini kan proyek untuk kepentingan masyarakat luas,” ucapnya

Agung berharap pemerintah bisa melakukan pendekatan intensif kepada beberapa warga yang belum setuju. Menurutnya proyek Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang adalah pekerjaan pemerintah pusat yang menjadi percontohan  mengubah kawasan kumuh menjadi wilayah berdaya guna dan modern.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menyatakan akan memfasilitasi beberapa warga yang belum setuju terkait proyek tersebut. Sehingga diharapkan pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

“Kami berharap kontraktor selalu melakukan komunikasi dan berkoordinasi dengan warga,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *