Aniceto : Satpol PP Sudah Sesuai Prosedur

SEMARANG (asatu.id) – Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perundang-undangan SatuaUn Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Aniceto Magno Dasilva menegaskan penertiban dan penindakan yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang selama ini sudah dilakukan sesuai prosedur.

Amoy, panggilan akrab Aniceto menyangkal jika ada pihak Satpol PP yang melakukan tindakan anarkis, diskriminatif bahkan sampai membakar lapak milik PKL Imam Bonjol.

“Bukan, anggota Satpol tidak ada yang melakukan. Lain urusannya itu,” ujarnya, Jumat (14/7).

Ia mengatakan, bahwa pihaknya tidak menutup mata untuk para PKL velg dan Ban dirinya saat ini mencoba mencarikan jalan tengah dengan mencarikan tempat relokasi baru bagi PKL dengan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan agar pedagang tetap bisa berdagang.

“Sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perdagangan, rencananya siang ini pedagang akan memilih lokasi jualan di Pasar Waru,”ucapnya.

Terkait keberadaan PKL, ia menerangkan, bahwa keberadaan Pegadang Kaki Lima (PKL) Velg dan Ban mobil Jalan Imam Bonjol secara hukum melanggar Perda karena berdiri diatas saluran air dan pedestrian.

Sebelumnya, pihak Satpol PP, lanjut, Amog, sudah memberikan sosialisasi toleransi kepada PKL untuk melakukan pembongkaran.

“Mereka juga berjanji untuk membongkar sendiri setelah lebaran tapi ternyata tidak dibongkar, ya akhirnya kami bongkar paksa. Kami sudah beri peringatan, sosialisasi lima bulan sebelumnya malahan,”katanya.

Sebelumnya diberitakan, Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Velg dan Ban bekas Jalan Imam Bonjol Semarang menggelar aksi unjukrasa di Balikota Semarang terkait pembongkaran lapak PKL yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang dinilai pedagang diskriminatif dan semena-mena. Para pedagang meminta agar kinerja Satpol PP untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *