Disdikbud Jateng Segera Evaluasi PPDB Online

SEMARANG (asatu.id) – Penerapan sistem seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online akan segera dievaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, agar pelaksanaannya pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik lagi.

Kepala Disdikbud Jateng, Gatot Bambang Hastowo mengatakan secara makro di Jawa Tengah pelaksanaan PPDB Online berlangsung lancar, sistemnya dari awal hingga akhir tidak mengalami kemacetan.

“Jadi tidak ada hang dan lain sebagainya, serta bisa diakses darimana saja oleh masyarakat yang mau mendaftar sekolah,” ujarnya.

Permasalahan-permasalahan yang muncul, lanjut Gatot, dapat diselesaikan dengan baik. Misalnya terkait SKTM yang tidak sesuai karena bukan dari keluarga miskin (Gakin) maupun sistem rayonisasi.

“Selanjutnya akan kami lakukan evaluasi, agar ke depannya penyelenggaraan PPDB Online di Jateng bisa lebih baik lagi. SKTM tidak ada yang palsu, namun yang terjadi yakni tidak sesuai dengan kondisi riil-nya. Tentu saja nanti kami akan lebih teliti lagi,” paparnya.

Dikatakan, tahap pertama terkait ketidaksesuaian SKTM dilaporkan ada sebanyak 168 peserta didik baru. Sedangkan untuk tahap kedua belum keseluruhan terlaporkan, baru data sementara saja. Diperkirakan proses tersebut akan dapat terselesaikan pada akhir minggu ini.

“Bagi mereka yang ketahuan menggunakan SKTM yang tidak sesuai maka dikenakan sanksi sesuai peraturan yang ada. Permendikbud menyebutkan dengan jelas bahwa yang bersangkutan dikembalikan atau dikeluarkan dari sekolah tempatnya mendaftar tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Gatot menyatakan bahwa untuk PPDB Online pada tahun ajaran mendatang, pihaknya akan mepersiapkan betul untuk tenaga IT-nya. Karena dirinya sadar kalau ini permasalahan yang menyangkut 35 Kabupaten/Kota, sehingga pasti akan ditemui adanya masalah.

Selain itu, pihaknya bersyukur karena tidak ada gangguan terkait serangan hacker. Sehingga dari awal hingga akhir prosesnya tidak mengalami kemandegan.

“Tetapi akan kami persiapkan secara betul dengan bekerjasama dengan Telkom, untuk tahun berikutnya. Termasuk permasalahan server-server agar tidak terjadi hang, dan yang lebih penting lagi yakni wifi corner dapat aktif semua. Jadi yang ada di sekolah maupun lereng gunung bisa mengakses wifi corner, baik dengan hp atau laptop. Server akan dibuka selama 30 menit untuk bisa mendaftar online, tinggal nanti verifikasi ke lapangan,” pungkasnya. (Yoga Arif)

145

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan