Alat Timbangan Portabel Milik Dishub Semarang Harus Diawasi Ketat

SEMARANG (asatu.id) – Alat Timbangan Portabel yang menjadi terobosan Dinas Perhubungan Kota Semarang dimana untuk melihat muatan tonase truk yang melintas di jalan-jalan protokol Kota Semarang dinilai akan memunculkan praktik pungutan liar atau pungli baru dari oknum tak bertanggungjawab.

“Untuk itu perlu adanya pengawasan yang ketat terkait dengan mulai dioperasikanya alat timbang portabel tersebut. Mengingat sangat rawan terjadinya praktik pungli,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Rabu (12/7).

Ia menerangkan, pengawasan ketat tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan beberapa pihak terkait seperti kepolisian, Denpom, dan Tim Saber Pungli.

Menurutnya, jikalau hanya melibatkan satu SKPD atau Dinas saja maka penggunaan alat timbangan portabel tersebut sangat rawan terjadi praktik pungli dalam penerapannya. “Kalau hanya satu SKPD saja, pastinya rawan berpotensi Pungli,” imbuhnya

Supriyadi menuturkan, Pemerintah Kota juga dapat membentuk tim khusus sebagai pengawasan dari penerapan alat penimbang tonase truk tersebut.

Dimana tim khusus tersebut sudah teruji dan memiliki kejujuran dalam bekerja serta menjauhi praktik pungli. Sehingga, fungsi dari alat timbang yakni untuk mengatur batas tonase kendaraan berat dapat terwujud.

“Memang, jalanan di kota Semarang banyak yang rusak salah satunya penyebabnya karena truk besar yang melebihi muatan melintas di jalanan dan ini harus dikoordinasikan secara langsung untuk dilakukan pengawasan,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *