Potensi Lokal Diharapkan Jadi Jurus Jitu Wisata Goa Kreo

SEMARANG (asatu.id) – Tradisi Rewanda yang telah menjadi tradisi di Goa Kreo, Desa Talun Kacang, Kandri, Gunung Pati diharapkan menjadi salah satu daya tarik dalam mendatangkan wisatawan ke Kota Semarang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Masdiana Safitri, Rabu (5/7).

“Karena di salah satu destinasi wisata itu harus ada daya tariknya. Dan Sesaji Rewanda ini salah satu di Kreo ini,”ujarnya.

Pihaknya menambahkan, tradisi tersebut hanya budaya atau tradisi yang hanya untuk di uri-uri sehingga harapannya dengan atraksi tersebut mampu mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Goa Kreo.

Selain Rewanda, ia menambahkan Goa Kreo masih punya satu tradisi atraksi yang tak kalah keren dari Rewanda. Yakni “Mahakarya Legenda Goa Kreo”.

Yang mana menceritakan perjalanan Sunan Kalijaga dalam membawa Kayu Jati untuk pembuatan Masjid Agung Demak dan dibantu segerombolan kera saat kayu jati tersebut terhalang saat dihanyutkan di Kali Kreo.

Atraksi Mahakarya Legenda Goa Kreo tersebut dipagelarkan dalam bentuk tarian kolosal meliputi seni drama, peran, musik, dan tari-tarian.

“Mahakarya Legenda Goa Kreo akan kami gelarkan tanggal 8 Juli besok, untuk tahun ini kita akan kemas dengan lebih menarik lagi,” katanya.

Selain mengangkat kedua kekayaan lokal tersebut, pibaknya mengaku juga akan mengangkat potensi lokal lainnya sebagai perangsang wisatawan akan berkunjung ke Goa Kreo dan pastinya juga untuk pemberdayaan masyarakat sekitaran Goa Kreo.

“Nanti kita akan galakkan potensi lokal lainnya, seperti homestaynya, sanggar-sanggarnya, kerajinannya, tarian-tariannya, dan mungkin juga pasar krempyengnya. Selain jadi sajian bagi wisatawan, itu diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga,” tukasnya.

74

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan