Penumpang Tanjung Emas Merosot 48 Persen

SEMARANG (asatu.id) – Dalam tiga tahun terakhir, jumlah penumpang melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang selama arus mudik terus mengalami penurunan.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan dengan fakta yang terjadi melalui darat dan udara dimana selama arus mudik dan balik lebaran pertumbuhan jumlah penumpang cenderung meningkat.

Manager Operasional Pelindo III Cabang Tanjung Emas Semarang, Karyo Raharjo mengatakan trend arus mudik dan balik melalui jalur laut terus turun, untuk tahun ini penurunan sebesar 5 persen.

“Tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada tahun 2015, angka penurunan sangat merosot yakni mencapai 48 persen,” katanya kepada asatu.id, Selasa (4/7).

Hal tersebut berbanding terbalik dengang program pemerintah pusat melalui  Pelindo III dan Kemenhub yang menyelenggarakan progam mudik dan balik gratis dari Jakarta-Semarang dan sebaliknya selama musim lebaran ini.

“Namun secara keseluruhan, pelabuhan yang dikelola Pelindo III naik 8 persen. Terlepas di Tanjung Emas, total penumpang secara umum di Pelindo III, seperti Kumai, Pontianak, Sampit, dan Banjarmasin menunjukkan pertumbuhan penumpang,” ujarnya.

Diakui, penuruan tersebut salah satunya disebabkan jenis trasnportasi laut kini bukan menjadi pilihan favorit masyarakat. Hal itu tak terlepas dari kian efisiennya roda transportasi lain seperti pesawat dan kereta api ditambah harga tiket keduanya yang tidak terlampau mahal dari harga tiket kapal.

“Jaman semakin modern, sekarang low cost carrier juga sudah banyak. Sedangkan lama perjalanan juga menjadi salah satu alasan kenapa jalur laut ditinggalkan,” pungkasnya.

142

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan