4 ASN Bolos Kerja di Hari Pertama

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu merasa kecewa dengan adanya sikap indisipliner dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti tidak masuk kerja di hari pertama.

Selanjutnya, Sanksi berupa pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bakal diberikan kepada tiga pegawai di lingkungan Pemkot Semarang yang terbukti mangkir pada hari pertama kerja pasca libur lebaran.

“Keseluruhan ada 44 yang tidak masuk kerja di hari pertama. Data tersebut di antaranya 13 ijin sakit, 19 Cuti, bebas tugas 2, tugas belajar 6, dan tanpa keterangan 4 pegawai,” ujar Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita, Rabu (5/7).

Mbak Ita menjelaskan, 4 pegawai tersebut antara lain 3 ASN dari Satpol PP, Dinas Permumahan dan Pemukiman dan Kecamatan Semarang Tengah. Serta 1 Tenaga Pekerja Harian Lepas (TPHL). Ketiga ASN tersebut akan mendapat sanksi pemotongan TPP sebesar 5%.

“Berarti para ASN ini mengacuhkan himbauan dari Wali Kota Semarang, sebelumnya ada himbauan untuk tidak bolos kerja di hari pertama masuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sudah menghimbau para ASN untuk mentaati aturan masuk kerja di hari pertama. Mengingat masa cuti panjang selama 10 hari yang diberikan Presiden RI dirasa sudah lebih dari cukup.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *